Enam Perwira CIA Tewas di Abu Dhabi, Benarkah Serangan Iran Tembus Jantung UEA?
Ads
scroll to continue with content

Menu Atas

Header Menu

HEADLINES
.....

Enam Perwira CIA Tewas di Abu Dhabi, Benarkah Serangan Iran Tembus Jantung UEA?

Senin, 02 Maret 2026

Ads

Gambar Berita

Enam perwira senior Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat atau CIA dilaporkan tewas dalam serangan yang dikaitkan dengan Iran di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Laporan tersebut pertama kali disiarkan kantor berita Tasnim pada Senin 2 Maret 2026. Dalam pemberitaan itu disebutkan dua agen CIA lainnya mengalami luka akibat serangan yang menargetkan ibu kota UEA tersebut.

Kabar ini langsung memicu sorotan karena hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Amerika Serikat terkait klaim tewasnya para perwira intelijen itu. Informasi yang beredar masih bersumber dari media Iran, sementara Washington memilih irit bicara.

Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC mengklaim serangan yang mereka lancarkan ke sejumlah pangkalan militer AS di Timur Tengah telah menewaskan dan melukai sedikitnya 560 personel militer Amerika. Dalam pernyataan resminya, IRGC menyebut fasilitas militer AS di Bahrain dihantam dua rudal balistik. Mereka juga mengklaim pangkalan lain terus digempur tanpa henti.

Iran dilaporkan menggempur instalasi militer AS yang tersebar di Bahrain, Qatar, Irak, UEA, dan Kuwait. IRGC bahkan menyatakan empat serangan drone yang diarahkan ke pangkalan angkatan laut AS di Bahrain menyebabkan kerusakan serius pada pusat komando dan fasilitas dukungan militer.

Serangan juga disebut menyasar pangkalan Ali Al Salem di Kuwait hingga mengganggu operasionalnya, serta tiga objek lain di pangkalan Mohammed Al Ahmad. Rangkaian klaim ini memperlihatkan eskalasi besar dalam ketegangan kawasan yang sebelumnya sudah memanas.

Misi Tetap Iran untuk PBB turut mengeluarkan pernyataan keras. Mereka menegaskan Amerika Serikat tidak akan pernah mampu menundukkan Republik Islam Iran. Dalam pernyataan itu disebutkan impian pemerintah AS yang dianggap bermusuhan untuk memaksa Iran tunduk tidak akan pernah terwujud.

Sementara itu, Departemen Pertahanan AS atau Pentagon memberikan versi berbeda. Washington hanya mengakui tiga tentaranya tewas dalam serangan balasan Iran, dan menyebut mereka sebagai korban pertama sejak eskalasi dimulai pada 28 Februari 2026. Komando Pusat AS atau Centcom menyatakan beberapa personel lain mengalami luka ringan akibat pecahan peluru dan gegar otak, namun operasi tempur utama disebut masih terus berjalan.

Perbedaan angka korban antara klaim Iran dan pengakuan AS menimbulkan tanda tanya besar. Publik internasional kini menunggu klarifikasi lebih lanjut di tengah situasi yang terus berkembang dan berpotensi memicu dampak lebih luas di kawasan Timur Tengah.

_____________

Punya Kabar Menarik?

Bagikan di LiputanSembilan.com GRATIS! 🚀

Langsung tulis dan kirim tanpa login atau buat akun.


Apakah di sekitar kamu ada prestasi membanggakan, kisah inspiratif, atau acara penting yang jarang terliput media? Atau ingin mempromosikan produk dan jasa secara luas?


💡 LiputanSembilan.com membuka kesempatan bagi siapa saja untuk mengirimkan berita secara GRATIS!

✅ Berita tentang prestasi lokal, kisah unik, atau kejadian penting di komunitas Anda
✅ Promosi barang atau jasa untuk menjangkau lebih banyak orang

📢 Jangan lewatkan kesempatan ini! Kirim berita kamu sekarang dan jadilah bagian dari LiputanSembilan.com!


Kirim Berita