Hal ini dikarenakan Bandara Sultan Thaha Saifuddin Jambi belum masuk kategori bandara internasional karena panjang landasan pacu atau runway yang masih belum memenuhi ketentuan Kemenhub.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, Sudirman, mengungkapkan bahwa saat ini ada dua lokasi yang telah disiapkan untuk menjadi kandidat pembangunan bandara baru tersebut, yakni di Kabupaten Muaro Jambi dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
"Kita dari Pemerintah Provinsi menyiapkan dua lokasi, satu di Muaro Jambi dan satu lagi di Tanjung Jabung Timur. Keduanya memenuhi syarat, nanti investor yang akan mengecek mana yang paling cocok," ujar Sudirman, Selasa (29/4).
Sudirman menyebut bahwa lokasi di Muaro Jambi memiliki peluang lebih besar untuk dipilih sebagai lokasi bandara baru tersebut.
Hal ini disebabkan oleh kondisi geografis Tanjung Jabung Timur yang didominasi oleh lahan gambut, sehingga diperkirakan membutuhkan biaya pembangunan yang jauh lebih besar.
"Kuat dugaan arahnya ke Muaro Jambi, ini baru prediksi kami. Karena dominannya areal di Tanjung Jabung Timur itu areal gambut, sehingga akan besar biayanya," jelasnya.
Menurut Sudirman, di Muaro Jambi sendiri telah disiapkan tiga titik lokasi potensial, dan salah satunya berada di Kecamatan Kumpeh, namun ia enggan menyebutkan secara rinci dua lokasi lainnya di Muaro Jambi.
Ia juga menambahkan bahwa naskah akademik dan kajian teknis terkait lokasi-lokasi tersebut sudah rampung.
"Naskah akademiknya sudah ada, kajian akademis juga sudah selesai. Tinggal nanti menunggu pertimbangan dari investor," ujarnya.
Sumber: jambiekspress
_____________