Beda Dengan Jabar, Strategi Jakarta Atasi Kenakalan Remaja Tanpa Pendekatan Militer
Ads
scroll to continue with content

Menu Atas

Header Menu

HEADLINES
.....

Beda Dengan Jabar, Strategi Jakarta Atasi Kenakalan Remaja Tanpa Pendekatan Militer

Selasa, 13 Mei 2025

Ads

Pemerintah Provinsi Jakarta menegaskan komitmennya untuk tidak mengikuti kebijakan otoritas lain dalam menangani permasalahan kenakalan remaja. Ketegasan ini muncul sebagai respons terhadap kebijakan Provinsi Jawa Barat, yang menerapkan sistem pendidikan karakter berbasis barak militer bagi remaja yang dianggap nakal atau sulit dibina.

Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa setiap daerah memiliki pendekatan tersendiri dalam menangani persoalan sosial di wilayahnya. "Jakarta adalah Jakarta. Jakarta tak akan meniru daerah lain," ungkapnya pada Sabtu (3/5/2025). Pramono saat itu belum menjabarkan secara rinci bentuk kebijakan yang diambil oleh Pemprov Jakarta, namun menegaskan bahwa pendekatan yang diambil bersifat mandiri dan kontekstual.

Pemprov Jakarta Fokus pada Solusi Positif
Beberapa hari berselang, penjelasan lebih lanjut datang dari Staf Khusus Gubernur Jakarta untuk Bidang Komunikasi Publik, Cyril Raoul Hakim, yang dikenal juga dengan nama Chico Hakim. Dalam keterangannya di Wihara Ekayana Arama, Jakarta Barat, pada Senin (12/5/2025), Chico menegaskan bahwa Jakarta tidak akan mengikuti langkah Gubernur Jawa Barat terkait penempatan anak nakal di barak militer.

"Tidak ada rencana seperti itu. Jakarta memiliki kebijakan tersendiri terkait dengan bagaimana menertibkan warga dan membina anak-anak muda," kata Chico. Ia menambahkan, pendekatan yang digunakan akan menitikberatkan pada kegiatan positif yang membentuk karakter dan mengarahkan potensi anak muda ke arah yang produktif.

Peningkatan Akses Fasilitas Publik untuk Anak Muda
Salah satu kebijakan konkret yang telah dijalankan oleh Pemprov Jakarta adalah peningkatan jam operasional ruang-ruang publik seperti taman dan perpustakaan. Menurut Chico, hal ini adalah bagian dari upaya menciptakan ruang aman dan kreatif bagi generasi muda. "Kita membuka taman hingga malam hari, agar anak-anak punya tempat untuk menyalurkan kreativitas dan aktivitas positif," jelasnya.

Langkah ini juga berlaku pada perpustakaan-perpustakaan kota. Salah satunya adalah Perpustakaan HB Jassin yang kini buka hingga pukul 10 malam. Gubernur Pramono mencatat bahwa kebijakan ini berdampak positif, dengan peningkatan jumlah pengunjung sebesar hampir 53%. Hal ini menunjukkan bahwa anak-anak muda Jakarta merespons kebijakan tersebut dengan antusias, dan lebih memilih berkegiatan di ruang-ruang edukatif ketimbang berada di lingkungan berisiko tinggi.

Museum dan Taman Jadi Ruang Alternatif Kreativitas
Selain perpustakaan, pemerintah juga memperluas jam operasional museum dan taman kota. Pramono berharap bahwa ruang-ruang ini bisa digunakan oleh anak muda untuk menyalurkan energi dan ekspresi mereka. "Dengan dibukanya ruang publik sampai malam, kita memberikan alternatif sehat bagi anak-anak muda Jakarta untuk mengekspresikan bakat dan minatnya," ujar Pramono saat kunjungan ke HB Jassin.

Ruang publik yang ramah dan terbuka hingga malam hari menjadi salah satu strategi pencegahan kenakalan remaja tanpa perlu tindakan represif. Hal ini juga sejalan dengan prinsip pembinaan yang inklusif dan tidak diskriminatif. Anak muda tidak dikekang, tapi diberi peluang.

Kebijakan Militerisasi di Jawa Barat Menjadi Sorotan
Berbeda dari Jakarta, Provinsi Jawa Barat, di bawah kepemimpinan Dedi Mulyadi, menggulirkan wacana untuk memasukkan anak-anak yang sulit dibina ke barak militer. Wacana ini muncul sebagai respons terhadap meningkatnya kasus kenakalan remaja dan pergaulan bebas di sejumlah wilayah. Dedi bahkan menggagas pendidikan karakter berbasis kolaborasi antara TNI dan Polri yang akan dimulai bertahap di beberapa daerah pada 2 Mei 2025.

"Tentu tidak semua kabupaten/kota langsung diterapkan. Kita mulai dari yang dianggap rawan dulu," jelas Dedi, seperti dikutip dari detikJabar. Program ini akan menyasar siswa yang terindikasi melakukan pelanggaran moral atau tindakan kriminal, dengan tujuan membentuk kedisiplinan melalui metode semi-militer.

Namun, pendekatan ini menuai perdebatan. Sebagian kalangan mempertanyakan efektivitas serta potensi risiko dari metode semacam itu, terutama dalam konteks perlindungan hak anak. Sementara itu, Jakarta memilih jalur berbeda, yang lebih menekankan pada pembinaan berbasis komunitas dan akses ke fasilitas publik.

Alternatif Humanis vs Pendekatan Militeristik
Perbedaan pendekatan antara Jakarta dan Jawa Barat mencerminkan dua sudut pandang dalam menangani kenakalan remaja. Jakarta menempuh pendekatan humanis berbasis pembinaan komunitas dan ruang publik, sementara Jawa Barat memilih pendekatan berbasis ketertiban dan kedisiplinan militer.

Pakar pendidikan dan aktivis perlindungan anak mengingatkan bahwa anak-anak yang berperilaku menyimpang belum tentu menjadi pelaku kriminal, melainkan bisa jadi korban dari lingkungan atau kurangnya bimbingan. Oleh karena itu, pendekatan berbasis dukungan sosial dinilai lebih efektif dalam jangka panjang.

Pemprov Jakarta, melalui berbagai kebijakan yang telah berjalan, tampaknya ingin membuktikan bahwa investasi pada ruang publik, pendidikan informal, dan akses terhadap kegiatan positif dapat menjadi solusi yang lebih berkelanjutan dibanding tindakan koersif.

Melangkah ke Depan dengan Pendekatan Inklusif
Jakarta menunjukkan bahwa penanganan kenakalan remaja bisa dilakukan tanpa perlu mengisolasi mereka di barak atau tempat yang menyerupai penjara. Anak-anak muda membutuhkan ruang, bukan pagar. Mereka perlu didengar, bukan ditakuti. Dengan menambah jam buka taman, museum, dan perpustakaan, Jakarta mencoba mengisi kekosongan aktivitas yang sering kali membuat remaja mencari pelarian ke tempat yang tidak sehat.

Pemerintah pun mengajak masyarakat untuk bersama-sama menciptakan ekosistem positif bagi generasi muda. Karena pada akhirnya, masa depan anak-anak adalah cerminan dari lingkungan yang kita bangun hari ini.

Sumber: detik

_____________

Punya Kabar Menarik?

Bagikan di LiputanSembilan.com GRATIS! 🚀

Langsung tulis dan kirim tanpa login atau buat akun.


Apakah di sekitar kamu ada prestasi membanggakan, kisah inspiratif, atau acara penting yang jarang terliput media? Atau ingin mempromosikan produk dan jasa secara luas?


💡 LiputanSembilan.com membuka kesempatan bagi siapa saja untuk mengirimkan berita secara GRATIS!

✅ Berita tentang prestasi lokal, kisah unik, atau kejadian penting di komunitas Anda
✅ Promosi barang atau jasa untuk menjangkau lebih banyak orang

📢 Jangan lewatkan kesempatan ini! Kirim berita kamu sekarang dan jadilah bagian dari LiputanSembilan.com!


Kirim Berita