Aksi ini merupakan kerja sama lintas institusi, dilakukan oleh OJK bersama Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal atau Satgas PASTI. Satgas ini melibatkan beberapa lembaga penting seperti Polri dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Tujuannya jelas: menghentikan aliran dana haram yang bisa merusak stabilitas ekonomi dan sosial masyarakat.
Koordinasi Intensif Bersama Satgas PASTI
Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, menyampaikan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi erat dengan seluruh anggota Satgas PASTI. "Kami akan menyisir dan memblokir lebih dari 4.000 rekening yang telah digunakan untuk memfasilitasi aktivitas judi online oleh para pelaku," ujarnya di Jakarta, Minggu (25 Mei 2025), seperti dilansir dari Antara.
Jumlah rekening yang diblokir tidak main-main. Ribuan rekening tersebut tersebar di berbagai bank dan sebagian besar digunakan sebagai perantara transaksi situs-situs judi online. Proses pemblokiran ini dinilai sebagai langkah awal yang sangat penting untuk mencegah kebocoran dana ke luar sistem keuangan yang sah.
Situs Judi Online yang Terlibat
Dalam penyelidikan, diketahui bahwa jaringan judi online yang dikendalikan oleh OHW dan H mencakup 12 situs besar, di antaranya ArenaSlot77, Togel77, Royal77VIP, 888Togel, AquaSlot, NXS17, Gopek138, PSGslot, hingga HGS77. Situs-situs ini menawarkan berbagai jenis taruhan digital yang menargetkan masyarakat umum, termasuk anak muda.
Dengan dukungan teknologi canggih dan payment gateway yang dirancang khusus, jaringan ini mampu menerima ribuan transaksi setiap harinya. Transaksi digital yang cepat dan tersembunyi membuat praktik ini sulit dideteksi jika tidak ditelusuri secara intensif oleh aparat.
Dampak Serius Terhadap Masyarakat
Friderica menegaskan pentingnya penangkapan terhadap para pelaku utama ini. "Dua orang ini bukan hanya menjalankan situs judi online, tapi juga telah menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat. Banyak orang kehilangan uangnya karena tergiur janji menang cepat," ucapnya.
Judi online memang sering kali menyamar sebagai hiburan, padahal di balik itu ada sistem yang sudah dirancang untuk membuat pemainnya terus kalah. Hal ini berdampak bukan hanya pada kondisi finansial, tapi juga psikologis. Banyak keluarga rusak karena salah satu anggotanya terjerumus dalam praktik kecanduan judi online.
Penangkapan Tersangka dan Perusahaan Cangkang
Pada awal Mei 2025, Bareskrim Polri berhasil menangkap dua orang yang diduga kuat menjadi otak di balik jaringan ini. Mereka adalah OHW, yang menjabat sebagai komisaris PT A2Z ST, dan H, direktur perusahaan yang sama. Keduanya disebut telah mendirikan perusahaan cangkang di bidang teknologi informasi.
Kabareskrim Polri, Komjen Wahyu Widada, mengungkapkan bahwa kedua tersangka menggunakan anak usaha dari PT TGC untuk menjalankan kegiatan ilegal tersebut. "Mereka memanfaatkan teknologi digital dan payment gateway untuk mengelola transaksi dari berbagai situs," jelasnya. Modus ini memungkinkan mereka mencuci uang hasil judi online dengan lebih rapi dan sulit dilacak.
Perputaran Uang Fantastis, Total Lebih dari Rp 500 Miliar
Dari hasil pengungkapan kasus ini, total uang yang berhasil disita mencapai Rp 530,05 miliar. Dana ini tersebar di 4.656 rekening dari 22 bank, dan nilai objek sitaan mencapai Rp 250,55 miliar. Sebagai bagian dari langkah penindakan, Polri juga membekukan 197 rekening tambahan yang tersebar di delapan bank besar.
Selain rekening, polisi juga menyita obligasi senilai Rp 276,5 miliar. Tidak hanya itu, ada juga empat unit mobil mewah yang ikut diamankan, termasuk satu Mercedes-Benz dan tiga mobil BYD. Ini menunjukkan bagaimana uang dari judi online telah diubah menjadi aset nyata untuk menyamarkan asal-usulnya.
Waspadai Rekening Dormant dan Transfer Tidak Dikenal
Kasus ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat agar berhati-hati terhadap rekening dormant yang tiba-tiba menerima transfer. Sindikat pencucian uang sering menggunakan rekening yang tidak aktif sebagai perantara. Jangan mudah tergoda untuk 'menyewakan' rekening karena hal itu bisa membuat Anda terlibat dalam kejahatan finansial tanpa sadar.
Sebelumnya, OJK dan PPATK sudah mengeluarkan imbauan agar masyarakat segera melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan pada rekening pribadi mereka. Terlebih jika nominal yang masuk sangat besar dan berasal dari sumber yang tidak jelas.
Pentingnya Kolaborasi Lintas Lembaga
Kasus besar seperti ini tidak bisa diselesaikan oleh satu lembaga saja. Diperlukan kerja sama antara pihak berwenang seperti OJK, Polri, dan PPATK untuk melakukan pelacakan, penyitaan, serta penegakan hukum terhadap pelaku. Tanpa koordinasi yang solid, sangat sulit menghentikan jaringan kejahatan siber semacam ini yang semakin berkembang dan kompleks.
Penangkapan dua tersangka dan pemblokiran ribuan rekening ini adalah langkah nyata yang patut diapresiasi. Tapi tentu saja, pekerjaan belum selesai. Perlu pengawasan berkelanjutan serta peningkatan literasi keuangan masyarakat agar tidak mudah terjerat praktik ilegal semacam ini.
Apa yang Bisa Kita Lakukan?
Sebagai masyarakat, kita perlu lebih waspada. Jangan mudah tergoda dengan iklan judi online yang menjanjikan kekayaan instan. Pastikan untuk selalu menjaga keamanan akun bank, tidak sembarangan memberikan data pribadi, dan menghindari aplikasi atau situs yang tidak terpercaya.
Jika menemukan aktivitas mencurigakan, jangan ragu untuk melapor ke pihak berwenang. Melalui partisipasi aktif masyarakat, upaya pemberantasan kejahatan keuangan bisa berjalan lebih efektif dan menyeluruh.
_____________