Kritik MBG, PDIP Cemas Prabowo Berkuasa Dua Periode
Ads
scroll to continue with content

Menu Atas

Header Menu

HEADLINES
.....

Kritik MBG, PDIP Cemas Prabowo Berkuasa Dua Periode

Rabu, 04 Maret 2026

Ads

Gambar Berita

Sikap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang belakangan mengkritik kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai sarat kepentingan politik. Founder Citra Institute, Yusak Farchan, melihat protes PDIP terhadap masuknya anggaran MBG ke dalam pos pendidikan pada APBN 2026 sebagai bentuk inkonsistensi sikap politik.

Menurut Yusak, apabila sejak awal PDIP memang menolak program unggulan pemerintahan Prabowo Subianto, seharusnya penolakan dilakukan secara tegas sejak tahap perencanaan. Ia menilai posisi "oposisi setengah hati" justru memperlihatkan kebingungan strategi politik partai berlambang banteng tersebut.

Yusak menekankan bahwa pengesahan APBN 2026, termasuk alokasi anggaran pendidikan yang memuat program MBG, telah melalui pembahasan bersama pemerintah dan DPR. Proses tersebut juga melibatkan Badan Anggaran DPR sebelum akhirnya disepakati. Karena itu, ia mempertanyakan alasan PDIP baru menyuarakan keberatan ketika program mulai berjalan.

Bagi Yusak, dinamika ini tidak bisa dilepaskan dari kalkulasi elektoral menuju Pemilu 2029. Ia menduga PDIP mulai membaca potensi penguatan posisi Prabowo apabila program MBG berjalan sukses dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Secara politik, keberhasilan program sosial berskala nasional berpotensi mendongkrak citra dan elektabilitas presiden petahana.

Ia bahkan menilai kekhawatiran atas kemungkinan Prabowo melanggengkan kekuasaan hingga dua periode bisa menjadi faktor di balik perubahan sikap tersebut. Jika elektabilitas Prabowo terus meningkat, peta persaingan menuju 2029 bisa semakin berat bagi PDIP.

Yusak menambahkan, dalam politik, persepsi publik terhadap konsistensi sangat menentukan. Ketika sebuah partai terlihat mendukung dalam proses legislasi tetapi kemudian mengkritik implementasi, publik bisa menilai ada agenda tersembunyi di balik sikap tersebut.

Program MBG sendiri sejak awal digadang-gadang sebagai salah satu prioritas utama pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi dan pendidikan generasi muda. Dengan masuknya anggaran program ke dalam pos pendidikan, pemerintah berargumen bahwa kebijakan tersebut memiliki dimensi strategis jangka panjang.

Kontroversi ini memperlihatkan bahwa perdebatan kebijakan tidak semata soal teknis anggaran, tetapi juga pertarungan narasi dan positioning politik menjelang kontestasi berikutnya.

_____________

Punya Kabar Menarik?

Bagikan di LiputanSembilan.com GRATIS! 🚀

Langsung tulis dan kirim tanpa login atau buat akun.


Apakah di sekitar kamu ada prestasi membanggakan, kisah inspiratif, atau acara penting yang jarang terliput media? Atau ingin mempromosikan produk dan jasa secara luas?


💡 LiputanSembilan.com membuka kesempatan bagi siapa saja untuk mengirimkan berita secara GRATIS!

✅ Berita tentang prestasi lokal, kisah unik, atau kejadian penting di komunitas Anda
✅ Promosi barang atau jasa untuk menjangkau lebih banyak orang

📢 Jangan lewatkan kesempatan ini! Kirim berita kamu sekarang dan jadilah bagian dari LiputanSembilan.com!


Kirim Berita