Salah Sunat di Kayu Aro Oleh Tenaga Kesehatan PPPK, Netizen Geram
Ads
scroll to continue with content

Menu Atas

Header Menu

HEADLINES
.....

Salah Sunat di Kayu Aro Oleh Tenaga Kesehatan PPPK, Netizen Geram

Senin, 26 Mei 2025

Ads

Insiden yang bikin nyesek terjadi di Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Jambi. Seorang anak laki-laki diduga jadi korban salah prosedur saat menjalani proses sunatan. Luka yang dialaminya cukup serius karena terjadi di area sensitif, yang seharusnya ditangani dengan sangat hati-hati oleh tenaga medis profesional. Kejadian ini langsung bikin heboh warga sekitar dan menyebar cepat di media sosial.

Informasi awal menyebutkan, tindakan sunat dilakukan oleh seorang tenaga kesehatan yang baru lulus seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Ia bertugas di puskesmas daerah setempat, namun belum jelas apakah sudah berpengalaman atau punya izin praktik yang lengkap. Nah, inilah yang kemudian jadi sorotan publik. Banyak yang mempertanyakan, kok bisa tindakan medis sepenting ini dilakukan oleh tenaga yang mungkin belum siap?

Viral di Media Sosial: Awal Terungkapnya Kasus
Kasus ini mulai viral setelah akun Facebook Yuyun Sinta Nara mengunggah postingan berjudul "Korban Salah Sunat" pada tanggal 25 Mei. Dalam unggahan tersebut, terdapat video dan foto seorang bocah yang diduga menjadi korban. Terlihat anak laki-laki itu menangis kesakitan, bahkan sampai meringis sambil memegangi bagian vitalnya. Suaranya lirih, penuh rasa sakit, dan bikin siapa pun yang nonton ikut trenyuh.

Dalam keterangan di video, disebutkan kalau anak tersebut mengalami kesulitan buang air kecil setelah disunat. Tentu saja ini memicu kekhawatiran dari warganet. Banyak yang mempertanyakan standar layanan medis di daerah dan siapa yang bertanggung jawab atas kejadian ini. Unggahan tersebut langsung menuai ribuan komentar, sebagian besar berisi kecaman dan permintaan agar oknum tenaga medis tersebut diusut tuntas.

Reaksi Aktivis dan Tuntutan Keadilan
Melihat situasi ini, Imam Zarkasi, seorang aktivis muda dari Kerinci, menyampaikan kecaman keras terhadap pihak-pihak yang terlibat. Ia menilai tindakan tersebut sebagai bentuk kelalaian yang tidak bisa ditoleransi. Imam mendesak Dinas Kesehatan Kerinci untuk segera turun tangan menyelidiki legalitas izin praktik tenaga kesehatan bersangkutan. Selain itu, ia juga mendorong aparat kepolisian untuk bergerak cepat menangani kasus ini secara hukum.

"Kita harus perjuangkan keadilan untuk anak ini. Jangan sampai kasus seperti ini dibiarkan begitu saja," ujar Imam dengan tegas. Ia menyayangkan lemahnya pengawasan terhadap praktik medis di daerah. Menurutnya, Dinkes seharusnya melakukan audit berkala dan memastikan bahwa setiap tenaga medis memiliki sertifikasi yang layak. Apalagi tindakan seperti sunat bukanlah hal sepele. Kesalahan sedikit saja bisa berdampak besar terhadap masa depan anak.

Ajakan Melapor dan Upaya Hukum
Lebih lanjut, Imam mengimbau agar keluarga korban segera melapor ke kepolisian agar kasus ini bisa diproses secara hukum. Dengan laporan resmi, proses penyelidikan bisa berjalan lebih terarah. "Kalau tidak dilaporkan, bisa-bisa pelakunya lolos dari jerat hukum. Kita nggak mau ini jadi preseden buruk di dunia kesehatan," tambahnya.

Imam juga meminta agar masyarakat sekitar lebih waspada dan tidak sembarangan mempercayakan tindakan medis kepada siapa saja. Ia mengingatkan bahwa hanya tenaga medis berpengalaman dan bersertifikat yang boleh melakukan prosedur medis, termasuk sunatan. Ini penting agar kejadian serupa tidak terulang.

Sunat: Tradisi Umum yang Perlu Penanganan Serius
Sunatan memang sudah menjadi tradisi umum di Indonesia. Setiap tahun, ribuan anak menjalani prosedur ini, baik secara massal maupun pribadi. Tapi, meskipun kelihatan sederhana, tindakan ini tetap tergolong medis. Artinya, harus dilakukan oleh profesional dengan standar yang tepat.

Sayangnya, di beberapa daerah, orang tua cenderung mencari alternatif yang cepat dan murah tanpa mengecek kualitas layanan. Banyak yang tidak tahu bahwa tindakan medis itu seharusnya diawasi ketat oleh dinas kesehatan dan memerlukan izin resmi. Hal-hal seperti inilah yang akhirnya membuka peluang terjadinya kelalaian.

Kebutuhan akan Sertifikasi dan Pengawasan
Kasus ini membuka mata kita semua bahwa tak semua petugas medis siap untuk melakukan tindakan medis mandiri, apalagi di daerah-daerah yang pengawasannya lemah. Dinas Kesehatan seharusnya memberikan pelatihan berkala, serta mengevaluasi kompetensi para tenaga PPPK yang baru diangkat.

Selain itu, puskesmas sebagai lembaga pelayanan utama di daerah perlu meningkatkan sistem pengawasan internalnya. Setiap tindakan medis harus didokumentasikan dan diawasi langsung oleh kepala puskesmas atau dokter senior yang berwenang. Jangan sampai karena terburu-buru atau kekurangan staf, masyarakat jadi korban kelalaian.

Respons Warga dan Harapan Perbaikan
Banyak warga Kayu Aro merasa khawatir dan kecewa. Mereka meminta agar pelayanan medis di daerah mereka diperbaiki dan ditingkatkan kualitasnya. Masyarakat juga mulai mempertanyakan apakah tenaga medis yang selama ini mereka temui benar-benar kompeten atau tidak.

Kejadian ini menyadarkan kita bahwa masyarakat juga perlu lebih aktif mengawasi dan memilih layanan kesehatan. Jangan segan untuk bertanya soal izin praktik atau pengalaman tenaga medis sebelum menerima layanan. Dengan cara ini, kita bisa membantu mencegah malpraktik medis sejak awal.

Refleksi dan Penutup
Tragedi salah sunat ini seharusnya tidak hanya jadi berita viral yang cepat hilang dari ingatan. Ini harus jadi momen refleksi bersama, baik bagi pemerintah, tenaga medis, maupun masyarakat. Kita harus memastikan bahwa pelayanan kesehatan, termasuk yang paling dasar sekalipun, dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan profesionalisme.

Semoga korban segera mendapat perawatan terbaik dan bisa pulih sepenuhnya. Harapan lainnya, kasus ini bisa diproses secara hukum dengan adil, agar pelaku bertanggung jawab dan kejadian serupa tidak terulang di masa depan. Yuk, kita semua lebih peduli terhadap kualitas layanan kesehatan di sekitar kita. Karena kesehatan bukan cuma soal biaya murah atau akses cepat, tapi juga soal keselamatan dan masa depan.

_____________

Punya Kabar Menarik?

Bagikan di LiputanSembilan.com GRATIS! 🚀

Langsung tulis dan kirim tanpa login atau buat akun.


Apakah di sekitar kamu ada prestasi membanggakan, kisah inspiratif, atau acara penting yang jarang terliput media? Atau ingin mempromosikan produk dan jasa secara luas?


💡 LiputanSembilan.com membuka kesempatan bagi siapa saja untuk mengirimkan berita secara GRATIS!

✅ Berita tentang prestasi lokal, kisah unik, atau kejadian penting di komunitas Anda
✅ Promosi barang atau jasa untuk menjangkau lebih banyak orang

📢 Jangan lewatkan kesempatan ini! Kirim berita kamu sekarang dan jadilah bagian dari LiputanSembilan.com!


Kirim Berita