Cak Imin Sindir NU: Sudah Agak Lupa dengan Lingkungan
Ads
scroll to continue with content

Menu Atas

Header Menu

HEADLINES
.....

Cak Imin Sindir NU: Sudah Agak Lupa dengan Lingkungan

Kamis, 26 Juni 2025

Ads

Cak Imin, Ketua Umum PKB, kembali mencuri perhatian lewat komentar segarnya saat berbicara di Konferensi Internasional Transformasi Pesantren di Jakarta. Di hadapan para tokoh pesantren dan pejabat tinggi, ia menyentil Nahdlatul Ulama (NU) yang menurutnya mulai abai pada isu-isu lingkungan. Sindiran ini muncul ketika ia membandingkan kepedulian lingkungan sebuah SMK di Bekasi dengan lembaga-lembaga pendidikan NU. Katanya, "Ini sekolah lebih NU dari NU karena pro-lingkungan. NU sudah agak lupa dengan lingkungan," ucapnya sambil tertawa yang langsung disambut gelak dari para peserta.

Pernyataan itu memang dilontarkan dengan nada bercanda, tapi cukup membuat orang berpikir. Apalagi yang hadir dalam forum tersebut bukan orang sembarangan. Ada mantan Ketum PBNU KH Said Aqil Siradj, Wakil Ketum PKB Rusdi Kirana, hingga tokoh senior pesantren lainnya. Cak Imin sendiri sempat menenangkan suasana dengan berkata, "Jangan terlalu serius ini, bahaya ini," menandakan bahwa walau bercanda, pesannya tetap mengandung kritik terselubung.

Selain soal lingkungan, Cak Imin juga menyoroti pentingnya nilai-nilai disiplin dalam dunia pesantren. Ia menyampaikan bahwa pesantren tidak cukup hanya kuat di sisi religius, tapi juga harus punya koneksi yang kuat dengan sektor industri dan dunia kerja. Menurutnya, konektivitas antara pesantren dan dunia luar seperti industri maupun pemerintahan harus terus diperkuat. Dalam konteks ini, ia menegaskan bahwa PKB siap memfasilitasi hubungan tersebut di berbagai level, baik nasional maupun global.

Lebih lanjut, ia memaparkan upaya konkret yang telah dilakukan oleh kader-kader PKB. Sebut saja Ida Fauziyah dan Hanif Dhakiri yang disebutnya aktif membangun balai latihan kerja di pesantren-pesantren. Tujuannya jelas, meningkatkan keterampilan santri agar mereka siap terjun ke dunia kerja. Langkah ini dianggap sebagai bentuk nyata transformasi pesantren agar tidak hanya jadi pusat pendidikan agama, tapi juga pusat pengembangan SDM yang kompetitif.

Namun, di tengah pujiannya terhadap pesantren, Cak Imin juga sempat menyindir munculnya fenomena kotak-kotak politik dalam lingkungan pesantren. Ia menyebut bahwa beberapa pesantren mulai tersegregasi akibat intervensi politik. Dengan gaya khasnya, ia berkata, “Setelah kita lihat kok sebagian sudah menjadi ‘kotakan’. Enggak usah diterjemahkan ‘kotakan’ itu apa, nanti bahaya dengar orang lain.” Kalimat ini jelas mengundang tawa, tapi juga menyiratkan adanya kekhawatiran terhadap independensi lembaga-lembaga keagamaan.

Konferensi yang dihadiri berbagai tokoh penting ini mengangkat tema “Pesantren Berkelas Menuju Indonesia Emas: Menyatukan Tradisi, Inovasi, dan Kemandirian.” Acara tersebut jadi ajang penting untuk mengukuhkan posisi pesantren dalam pembangunan nasional, dengan pesan kuat agar lembaga ini terus adaptif terhadap tantangan zaman, termasuk isu lingkungan, keterampilan kerja, dan juga menjaga integritas dari kepentingan politik praktis.

Cak Imin memang dikenal sebagai politikus yang senang menyampaikan pesan serius dengan cara santai. Tapi di balik candaannya, selalu ada pesan penting yang ingin disampaikan—terutama soal arah masa depan pesantren dan bagaimana pesantren bisa ikut berperan dalam pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

_____________

Punya Kabar Menarik?

Bagikan di LiputanSembilan.com GRATIS! 🚀

Langsung tulis dan kirim tanpa login atau buat akun.


Apakah di sekitar kamu ada prestasi membanggakan, kisah inspiratif, atau acara penting yang jarang terliput media? Atau ingin mempromosikan produk dan jasa secara luas?


💡 LiputanSembilan.com membuka kesempatan bagi siapa saja untuk mengirimkan berita secara GRATIS!

✅ Berita tentang prestasi lokal, kisah unik, atau kejadian penting di komunitas Anda
✅ Promosi barang atau jasa untuk menjangkau lebih banyak orang

📢 Jangan lewatkan kesempatan ini! Kirim berita kamu sekarang dan jadilah bagian dari LiputanSembilan.com!


Kirim Berita