Tanpa Wajah Jokowi, Projo Tegaskan Tetap Setia pada Semangat Perjuangan Rakyat
Ads
scroll to continue with content

Menu Atas

Header Menu

HEADLINES
.....

Tanpa Wajah Jokowi, Projo Tegaskan Tetap Setia pada Semangat Perjuangan Rakyat

Selasa, 04 November 2025

Ads

Gambar Berita

Ketua Umum DPP Projo, Budi Arie Setiadi, mengumumkan bahwa pihaknya telah menyetujui perubahan logo organisasi. Logo lama yang selama ini menampilkan siluet wajah Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, akan diganti dengan desain baru yang lebih relevan dengan semangat kebangsaan masa kini.

Budi Arie menyebut, keputusan ini merupakan langkah pembaruan yang bertujuan memperkuat identitas Projo sebagai organisasi relawan yang terus berkembang dan beradaptasi dengan perubahan zaman. Dalam keterangannya di Hotel Sahid, Jakarta Pusat, Minggu (2/11/2025), ia menjelaskan bahwa proses pergantian logo akan dilakukan secara terbuka melalui mekanisme sayembara nasional. "Logo Projo ini nanti akan kita sayembarakan. Bukan ditebak-tebak, tapi kita akan melakukan penyesuaian-penyesuaian," ujarnya.

Sayembara ini, lanjut Budi Arie, bukan sekadar kompetisi desain, melainkan wadah bagi masyarakat untuk berpartisipasi langsung dalam proses transformasi identitas organisasi. Dengan membuka ruang bagi publik, Projo ingin melibatkan generasi muda, seniman, desainer grafis, hingga relawan dari berbagai daerah agar turut berkontribusi menciptakan simbol baru yang lebih inklusif. "Kami ingin masyarakat merasa menjadi bagian dari perubahan ini. Logo baru nanti harus mencerminkan semangat kebersamaan dan cita-cita nasional," kata Budi Arie.

Ia menekankan bahwa desain logo baru harus memiliki makna filosofis yang kuat dan menggambarkan nilai-nilai luhur bangsa. Projo ingin menghadirkan simbol yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga berakar pada jati diri Indonesia. "Logo itu tidak sekadar gambar. Ia harus mencerminkan nilai-nilai, falsafah, dan arah perjuangan organisasi untuk jangka panjang," tegasnya.

Menurut Budi Arie, perubahan logo ini bukan tanda pergeseran arah organisasi, melainkan bentuk evolusi menuju Projo yang lebih visioner. Ia berharap logo baru dapat menjadi representasi tatanan besar yang berkelanjutan, mencerminkan optimisme dan energi positif untuk menghadapi tantangan masa depan. "Kami ingin Projo tetap menjadi gerakan rakyat yang progresif, solid, dan konsisten memperjuangkan kepentingan bangsa," ujarnya dengan semangat.

Meski nantinya wajah Jokowi tidak lagi digunakan dalam logo baru, Budi Arie menegaskan bahwa hal tersebut tidak berarti Projo telah berpisah jalan dengan sosok yang menjadi inspirasi awal gerakan tersebut. "Jadi tolong jangan dibikin cerita, terutama seolah-olah Projo meninggalkan Pak Jokowi. Tidak. Projo dan Pak Jokowi adalah bagian dari sejarah yang tidak boleh dilupakan," tegasnya.

Ia menjelaskan, hubungan Projo dengan Jokowi bersifat historis dan emosional. Gerakan ini lahir dari semangat perubahan yang dibawa Jokowi sejak awal masa kepemimpinannya. Karena itu, meskipun wajah beliau tidak lagi menjadi simbol utama, nilai-nilai kepemimpinan yang merakyat, sederhana, dan berintegritas akan tetap menjadi napas perjuangan Projo. "Kami tetap berkomitmen pada semangat kerja nyata, keberpihakan kepada rakyat, dan gotong royong, sebagaimana yang selalu ditekankan oleh Pak Jokowi," tambah Budi Arie.

Budi Arie juga menilai bahwa penyegaran identitas visual ini merupakan bagian dari proses regenerasi organisasi. Ia ingin agar Projo tetap relevan di tengah dinamika politik dan sosial Indonesia yang terus berubah. "Generasi baru relawan Projo punya semangat berbeda, lebih digital, lebih kreatif, dan lebih terbuka. Logo baru ini nanti harus bisa mencerminkan semangat zaman itu," katanya.

Selain itu, Projo akan menggandeng para ahli desain nasional dan tokoh kebudayaan untuk menjadi juri dalam sayembara tersebut. Panitia akan menilai berdasarkan makna, orisinalitas, serta kemampuan logo dalam menggambarkan nilai perjuangan organisasi. Desain pemenang akan diumumkan secara terbuka, dan pemenangnya akan mendapat penghargaan serta kesempatan untuk berkolaborasi dengan tim kreatif Projo dalam penyempurnaan visual akhir.

Perubahan ini, menurut Budi Arie, juga mencerminkan arah Projo yang semakin matang secara organisasi. Setelah lebih dari satu dekade berdiri, Projo kini berkembang menjadi wadah relawan yang lebih luas dan independen. Dengan logo baru, organisasi ini berharap dapat terus menjadi kekuatan positif dalam mendukung pembangunan nasional, memperjuangkan kesejahteraan rakyat, dan menjaga nilai-nilai demokrasi yang sehat.

Ia menutup pernyataannya dengan ajakan bagi seluruh relawan dan masyarakat untuk ikut menyukseskan sayembara tersebut. "Kami ingin semua pihak merasa memiliki Projo. Mari kita bersama-sama melahirkan simbol baru yang membawa semangat Indonesia maju," ujar Budi Arie.

_____________

Punya Kabar Menarik?

Bagikan di LiputanSembilan.com GRATIS! 🚀

Langsung tulis dan kirim tanpa login atau buat akun.


Apakah di sekitar kamu ada prestasi membanggakan, kisah inspiratif, atau acara penting yang jarang terliput media? Atau ingin mempromosikan produk dan jasa secara luas?


💡 LiputanSembilan.com membuka kesempatan bagi siapa saja untuk mengirimkan berita secara GRATIS!

✅ Berita tentang prestasi lokal, kisah unik, atau kejadian penting di komunitas Anda
✅ Promosi barang atau jasa untuk menjangkau lebih banyak orang

📢 Jangan lewatkan kesempatan ini! Kirim berita kamu sekarang dan jadilah bagian dari LiputanSembilan.com!


Kirim Berita