Ultimatum Putin Dibalas Ukraina: “Wilayah Kami Bukan untuk Dinego!”
Ads
scroll to continue with content

Menu Atas

Header Menu

HEADLINES
.....

Ultimatum Putin Dibalas Ukraina: “Wilayah Kami Bukan untuk Dinego!”

Jumat, 28 November 2025

Ads

Gambar Berita

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky kembali menegaskan komitmennya mempertahankan setiap jengkal wilayah negaranya meski tekanan internasional untuk mengakhiri perang terus meningkat. Ketegasan ini disampaikan melalui kepala stafnya, Andriy Yermak, yang menyebut bahwa kepemimpinan Zelensky berpegang teguh pada prinsip kedaulatan penuh Ukraina. Dalam wawancara dengan The Atlantic, Yermak menegaskan bahwa tidak ada pihak yang boleh berharap Kyiv menyerahkan wilayahnya kepada Rusia demi kompromi apa pun. Sikap tegas ini menunjukkan bahwa pemerintah Ukraina tetap yakin dapat memperjuangkan masa depan negaranya dengan dukungan global yang terus mengalir, termasuk dari negara-negara Eropa dan sekutu Amerika Serikat.

Pernyataan Yermak muncul tak lama setelah Presiden Rusia Vladimir Putin kembali mengeluarkan ultimatum bahwa pasukan Moskow akan melanjutkan operasi militernya jika Kyiv tidak menarik diri dari wilayah-wilayah yang kini berada di bawah kendali Rusia. Tanggapan Ukraina terhadap pernyataan tersebut semakin menegaskan bahwa strategi mereka tidak akan berubah: mempertahankan tanah air sambil terus menjajaki dukungan diplomatik dari berbagai negara. Tekanan militer Rusia tidak menyurutkan tekad Ukraina untuk bertahan, apalagi setelah berbagai keberhasilan dalam mempertahankan kota-kota strategis, yang menurut analis dapat menjadi modal penting bagi Kyiv untuk memperkuat posisinya di kancah internasional. Lebih jauh lagi, dukungan moral dari komunitas global terus mengalir melalui berbagai platform, termasuk pembahasan di lembaga-lembaga internasional serta peningkatan bantuan keamanan dari negara-negara sahabat.

Putin sebelumnya menyebut bahwa rancangan rencana perdamaian yang disusun Amerika Serikat bisa saja menjadi dasar negosiasi di masa mendatang. Namun ia menegaskan bahwa Ukraina harus bersedia menyerahkan wilayahnya untuk mencapai kesepakatan tersebut. Ukraina menolak syarat tersebut karena dianggap merugikan masa depan negara dan tidak sejalan dengan prinsip-prinsip kedaulatan. Para pendukung Ukraina menilai bahwa posisi Kyiv yang tidak menyerah justru menunjukkan keteguhan demokrasi yang berupaya mempertahankan integritas wilayahnya. Di sisi lain, rancangan damai yang diusulkan AS tetap menjadi bahan diskusi penting di berbagai forum global, dengan harapan dapat menciptakan jalur dialog yang konstruktif. Meski demikian, keputusan akhir tetap berada di tangan pemerintah Ukraina yang ingin memastikan bahwa perdamaian nantinya tidak mengorbankan identitas nasional dan aspirasi rakyatnya yang mendambakan kemerdekaan penuh tanpa kompromi wilayah.

_____________

Punya Kabar Menarik?

Bagikan di LiputanSembilan.com GRATIS! 🚀

Langsung tulis dan kirim tanpa login atau buat akun.


Apakah di sekitar kamu ada prestasi membanggakan, kisah inspiratif, atau acara penting yang jarang terliput media? Atau ingin mempromosikan produk dan jasa secara luas?


💡 LiputanSembilan.com membuka kesempatan bagi siapa saja untuk mengirimkan berita secara GRATIS!

✅ Berita tentang prestasi lokal, kisah unik, atau kejadian penting di komunitas Anda
✅ Promosi barang atau jasa untuk menjangkau lebih banyak orang

📢 Jangan lewatkan kesempatan ini! Kirim berita kamu sekarang dan jadilah bagian dari LiputanSembilan.com!


Kirim Berita