Ahok Mengamuk di Sidang, Dorong Erick Thohir hingga Jokowi Diperiksa
Ads
scroll to continue with content

Menu Atas

Header Menu

HEADLINES
.....

Ahok Mengamuk di Sidang, Dorong Erick Thohir hingga Jokowi Diperiksa

Rabu, 28 Januari 2026

Ads

Gambar Berita

Mantan Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, melontarkan pernyataan keras dalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsi pengelolaan minyak mentah Pertamina. Ia secara terbuka mendorong jaksa penuntut umum untuk memeriksa mantan Menteri BUMN Erick Thohir hingga Presiden ke-7 RI Joko Widodo, khususnya terkait pencopotan dua direksi anak usaha Pertamina yang dinilainya berintegritas.

Pernyataan tersebut disampaikan Ahok saat memberikan kesaksian di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (27/1). Dalam sidang itu, Ahok menyinggung pencopotan dua nama penting di lingkungan subholding Pertamina, yakni Joko Priyono dari Kilang Pertamina Internasional (KPI) dan Mas'ud Khamid dari Pertamina Patra Niaga (PPN).

Jaksa mempertanyakan keterangan Ahok dalam berita acara pemeriksaan yang menyebut kedua direksi tersebut "dicopot". Jaksa ingin memastikan apakah pencopotan itu didasari adanya persoalan atau pelanggaran tertentu. Namun jawaban Ahok justru berbalik arah. Ia menegaskan bahwa menurut penilaiannya, Joko Priyono dan Mas'ud Khamid adalah dua direktur terbaik yang pernah dimiliki Pertamina.

Ahok menyebut seluruh arahan perbaikan produksi kilang dan tata kelola niaga yang ia sampaikan selalu dijalankan oleh keduanya. Bahkan, Mas'ud Khamid disebut Ahok sebagai sosok yang lebih memilih kehilangan jabatan ketimbang menandatangani pengadaan yang dianggap menyimpang. Sikap itu, menurut Ahok, menjadi bukti integritas yang jarang dimiliki pejabat BUMN.

Untuk Joko Priyono, Ahok menekankan latar belakang teknis yang kuat di bidang kilang. Ia menyebut Joko sebagai figur yang paling memahami persoalan mendasar kilang Pertamina dan aktif menyampaikan kelemahan serta kebutuhan perbaikan. Ahok mengaku terpukul saat mengetahui Joko dicopot dari jabatannya, bahkan menyebut dirinya hampir menangis karena menilai keputusan tersebut tidak adil.

Ahok juga menceritakan komunikasi pribadinya dengan Joko Priyono setelah pencopotan itu. Menurutnya, Joko memilih kembali ke Yogyakarta dengan sikap pasrah. Bagi Ahok, pencopotan tersebut mencerminkan praktik yang tidak berbasis meritokrasi. Ia mempertanyakan mengapa pejabat yang ingin menjalankan hal benar justru disingkirkan.

Merasa ada kejanggalan serius, Ahok menyatakan alasan itulah yang mendorongnya melapor dan mendesak agar jaksa memeriksa pihak-pihak di level atas, termasuk kementerian hingga presiden, untuk mengungkap siapa yang berada di balik keputusan tersebut. Pernyataan Ahok sempat memicu tepuk tangan pengunjung sidang sebelum ditegur majelis hakim agar persidangan tetap tertib.

Jaksa kemudian menanggapi bahwa dorongan Ahok tersebut belum disertai uraian fakta hukum yang rinci dan tidak didukung dokumen konkret dalam persidangan, sehingga dinilai belum relevan dengan pembuktian perkara yang sedang diperiksa.

_____________

Punya Kabar Menarik?

Bagikan di LiputanSembilan.com GRATIS! 🚀

Langsung tulis dan kirim tanpa login atau buat akun.


Apakah di sekitar kamu ada prestasi membanggakan, kisah inspiratif, atau acara penting yang jarang terliput media? Atau ingin mempromosikan produk dan jasa secara luas?


💡 LiputanSembilan.com membuka kesempatan bagi siapa saja untuk mengirimkan berita secara GRATIS!

✅ Berita tentang prestasi lokal, kisah unik, atau kejadian penting di komunitas Anda
✅ Promosi barang atau jasa untuk menjangkau lebih banyak orang

📢 Jangan lewatkan kesempatan ini! Kirim berita kamu sekarang dan jadilah bagian dari LiputanSembilan.com!


Kirim Berita