Zaitun, perempuan berusia 18 tahun yang dikenal sebagai anak dari penjual es kue yang sempat viral, menceritakan rasa cemas yang dialaminya ketika sang ayah, Suderajat, tak kunjung pulang setelah berangkat bekerja ke Jakarta. Peristiwa itu terjadi pada hari ketika Suderajat diduga ditahan aparat usai dituding menjual es gabus.
Menurut Zaitun, ayahnya biasanya berangkat dari rumah di kawasan Bojonggede, Bogor, sekitar pukul 05.00 WIB untuk berdagang es kue di wilayah Kemayoran, Jakarta Pusat. Rutinitas itu hampir tak pernah berubah. Suderajat umumnya sudah kembali ke rumah pada sore hari, sekitar pukul 16.00 WIB. Namun pada hari kejadian, hingga petang ayahnya tak juga pulang.
Kecemasan Zaitun dan ibunya semakin memuncak karena tak ada kabar sama sekali. Keduanya bahkan sempat mendatangi Stasiun Citayam, lokasi yang biasa menjadi titik kepulangan Suderajat setelah berjualan. Upaya pencarian itu tetap tidak membuahkan hasil, membuat keluarga hanya bisa menunggu dengan perasaan khawatir.
Penantian panjang itu baru berakhir pada Minggu dini hari, 25 Januari 2026, sekitar pukul 04.00 WIB. Suderajat akhirnya tiba di rumah dalam kondisi lemas. Zaitun menuturkan ayahnya langsung terbaring dan terlihat kelelahan. Dalam kondisi tersebut, Suderajat mengaku baru saja mengalami kekerasan fisik selama berada di kantor polisi.
Zaitun mengaku awalnya tidak langsung percaya dengan pengakuan ayahnya. Luka di tubuh Suderajat tidak terlihat jelas karena kondisi pencahayaan. Namun perasaan ragu itu berubah setelah video penangkapan ayahnya beredar luas dan menjadi viral di media sosial. Dari situ, Zaitun mulai memahami apa yang sebenarnya terjadi.
Video tersebut memperlihatkan Suderajat dituding menjual es kue berbahan spons atau gabus. Tuduhan itu membuat Zaitun merasa sangat kesal. Ia menegaskan bahwa es kue yang dijual ayahnya bukan berasal dari bahan berbahaya. Menurutnya, tekstur es kue memang bisa berubah menjadi lembek jika sudah tidak dingin atau mulai mencair.
Bagi Zaitun, tuduhan tersebut tidak adil dan mencederai usaha ayahnya yang hanya mencari nafkah. Meski demikian, ia memilih untuk tidak menyimpan amarah berlarut-larut. Zaitun mengaku telah memaafkan perlakuan aparat terhadap ayahnya dan berharap ke depan tidak ada lagi kejadian serupa.
Ia juga berharap kejadian ini menjadi pelajaran agar tidak ada lagi pedagang kecil yang diperlakukan semena-mena hanya karena kesalahpahaman. Bagi Zaitun, yang terpenting saat ini adalah kondisi ayahnya yang sudah kembali ke rumah dan bisa beristirahat bersama keluarga.
_____________
liputansembilan