Mimpi Jadi Polwan Hancur, Remaja Jambi Mengaku Diperkosa Oknum Polisi
Ads
scroll to continue with content

Menu Atas

Header Menu

HEADLINES
.....

Mimpi Jadi Polwan Hancur, Remaja Jambi Mengaku Diperkosa Oknum Polisi

Minggu, 01 Februari 2026

Ads

Gambar Berita

Seorang remaja perempuan berinisial CA di Jambi harus mengubur mimpinya menjadi polisi wanita setelah mengalami kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh empat orang, dua di antaranya merupakan oknum anggota kepolisian. Peristiwa yang terjadi pada November 2025 itu meninggalkan trauma mendalam hingga membuat korban mengalami depresi berat dan menarik diri dari lingkungan sekitar.

Saat ditemui di kediamannya pada akhir Januari 2026, CA hanya bisa menangis saat menceritakan kejadian yang mengubah hidupnya. Keinginannya untuk mengikuti seleksi masuk kepolisian tahun ini sirna. Ia mengaku tidak lagi memiliki keberanian, bahkan untuk sekadar keluar kamar. Rasa benci terhadap institusi yang dulu ia impikan kini mendominasi perasaannya, terutama karena orang-orang yang seharusnya melindungi justru diduga menjadi pelaku.

CA menuturkan bahwa dirinya tidak mendapatkan pertolongan saat kejadian. Ia mengaku diperlakukan secara keji, disentuh dan diperkosa secara bergantian. Empat orang diduga terlibat, terdiri dari dua warga sipil dan dua anggota polisi. Ironisnya, dua pelaku sipil disebut-sebut tengah bersiap mengikuti seleksi kepolisian pada 2026, sementara salah satunya diketahui berasal dari keluarga tokoh agama ternama di Jambi.

Berdasarkan penuturan keluarga, peristiwa bermula ketika korban berada di rumah temannya dan hendak pulang. Seorang pelaku menghubungi CA dan menawarkan diri untuk mengantarnya pulang, sekaligus melarangnya menggunakan ojek daring. Korban kemudian dijemput, namun di tengah perjalanan mobil justru dibelokkan ke lokasi lain. Di tempat pertama, korban diduga disetubuhi oleh tiga orang. Setelah itu, ia dibawa berpindah lokasi ke sebuah rumah indekos, tempat seorang pelaku lain yang merupakan oknum polisi kembali melakukan perbuatan serupa.

Ibu korban menyebutkan bahwa total ada empat orang yang menyetubuhi putrinya. Ia juga mengungkap adanya beberapa anggota polisi lain yang diduga membantu memindahkan korban ke dalam mobil, meski tidak semuanya melakukan pemerkosaan. Keluarga memastikan bahwa dua dari empat pelaku adalah anggota aktif kepolisian dan menyatakan telah melihat para pelaku setelah ditangkap.

Akibat kejadian tersebut, kondisi psikologis CA sangat terguncang hingga sempat muncul keinginan mengakhiri hidup. Beruntung, niat tersebut berhasil dicegah oleh keluarga. Saat ini, keluarga tengah menempuh jalur hukum dan berharap keadilan benar-benar ditegakkan tanpa pandang bulu.

Pemerintah daerah dan DPRD Kota Jambi turut memberikan perhatian dengan mendorong pendampingan psikologis bagi korban serta meminta aparat penegak hukum mengawal kasus ini secara serius. Kasus ini pun menjadi sorotan luas karena dinilai mencoreng citra daerah dan menambah daftar panjang keprihatinan publik terhadap perilaku aparat.

_____________

Punya Kabar Menarik?

Bagikan di LiputanSembilan.com GRATIS! 🚀

Langsung tulis dan kirim tanpa login atau buat akun.


Apakah di sekitar kamu ada prestasi membanggakan, kisah inspiratif, atau acara penting yang jarang terliput media? Atau ingin mempromosikan produk dan jasa secara luas?


💡 LiputanSembilan.com membuka kesempatan bagi siapa saja untuk mengirimkan berita secara GRATIS!

✅ Berita tentang prestasi lokal, kisah unik, atau kejadian penting di komunitas Anda
✅ Promosi barang atau jasa untuk menjangkau lebih banyak orang

📢 Jangan lewatkan kesempatan ini! Kirim berita kamu sekarang dan jadilah bagian dari LiputanSembilan.com!


Kirim Berita