Senjata Rahasia AS Bikin Pengawal Maduro Muntah Darah, Ada Apa Sebenarnya?
Ads
scroll to continue with content

Menu Atas

Header Menu

HEADLINES
.....

Senjata Rahasia AS Bikin Pengawal Maduro Muntah Darah, Ada Apa Sebenarnya?

Rabu, 14 Januari 2026

Ads

Gambar Berita

Pasukan Amerika Serikat dikabarkan mengerahkan sebuah persenjataan rahasia berdaya hancur tinggi saat operasi penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, pada awal Januari dua ribu dua puluh enam. Operasi itu disebut berlangsung sangat singkat namun brutal, hingga menyebabkan para pengawal Maduro mengalami mimisan hebat, berlutut di tempat, bahkan muntah darah tanpa sempat memberikan perlawanan berarti.

Kisah tersebut mencuat setelah Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, membagikan kesaksian seorang saksi mata melalui akun X miliknya pada Sabtu sepuluh Januari. Dalam unggahannya, Leavitt menuliskan kalimat provokatif yang mengajak publik menghentikan aktivitas mereka dan membaca pengakuan tersebut, seolah mengisyaratkan adanya sesuatu yang luar biasa di balik operasi itu.

Saksi yang diwawancarai media New York Post mengaku dirinya merupakan penjaga yang bertugas saat pasukan Amerika melancarkan serangan. Ia menggambarkan bagaimana ratusan prajurit Venezuela tiba-tiba kehilangan kendali setelah sistem radar mereka mati mendadak tanpa alasan yang bisa dijelaskan. Tidak lama kemudian, langit dipenuhi drone, diikuti kemunculan sekitar delapan helikopter yang menurunkan kurang lebih dua puluh tentara Amerika ke lokasi.

Menurutnya, pasukan Amerika membawa senjata yang sama sekali tidak menyerupai senjata api biasa. Ia menyebut teknologi tersebut jauh lebih maju dan terasa seperti sesuatu yang belum pernah dihadapi militer Venezuela sebelumnya. Senjata itu tidak hanya melumpuhkan, tetapi juga memicu efek fisik mengerikan seperti pendarahan, rasa terbakar, dan kehilangan kemampuan bergerak.

Ia mengungkapkan bahwa meski jumlah mereka ratusan, tidak ada peluang untuk melawan unit kecil itu. Dengan presisi dan kecepatan tembakan yang luar biasa, setiap tentara Amerika seolah mampu melepaskan ratusan proyektil dalam satu menit. Suara senjata tersebut, katanya, masih terngiang di kepalanya hingga sekarang.

Kementerian Dalam Negeri Venezuela kemudian mengonfirmasi bahwa sekitar seratus anggota pasukan keamanan tewas dalam insiden pada tiga Januari itu. Namun, belum ada kejelasan apakah seluruh korban gugur akibat penggunaan senjata misterius yang disebut-sebut dalam kesaksian tadi. Gedung Putih sendiri belum memastikan apakah klaim tersebut telah diverifikasi secara resmi.

Seorang mantan sumber intelijen Amerika menambahkan bahwa militer AS memang telah lama mengembangkan teknologi senjata energi terarah, termasuk sistem berbasis gelombang mikro dan laser. Senjata jenis ini diyakini mampu menimbulkan gejala seperti nyeri hebat, pendarahan, hingga kelumpuhan sementara. Ia menduga, operasi di Venezuela mungkin menjadi momen pertama teknologi itu dipakai secara terbuka dalam pertempuran nyata, mengingat sebelumnya China juga pernah dituduh menggunakan senjata serupa saat konflik dengan India di Ladakh.

_____________

Punya Kabar Menarik?

Bagikan di LiputanSembilan.com GRATIS! 🚀

Langsung tulis dan kirim tanpa login atau buat akun.


Apakah di sekitar kamu ada prestasi membanggakan, kisah inspiratif, atau acara penting yang jarang terliput media? Atau ingin mempromosikan produk dan jasa secara luas?


💡 LiputanSembilan.com membuka kesempatan bagi siapa saja untuk mengirimkan berita secara GRATIS!

✅ Berita tentang prestasi lokal, kisah unik, atau kejadian penting di komunitas Anda
✅ Promosi barang atau jasa untuk menjangkau lebih banyak orang

📢 Jangan lewatkan kesempatan ini! Kirim berita kamu sekarang dan jadilah bagian dari LiputanSembilan.com!


Kirim Berita