Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mulai memberi sinyal kemungkinan kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi jika lonjakan harga minyak dunia terus menekan keuangan negara. Pemerintah disebut tengah menghitung berbagai skenario agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tidak jebol akibat beban subsidi energi yang terus membengkak.
Dalam simulasi yang dilakukan Kementerian Keuangan, apabila harga minyak mentah dunia bertahan di level 92 dolar AS per barel dalam waktu lama, defisit APBN berpotensi melebar cukup signifikan. Tanpa langkah kebijakan tambahan, defisit anggaran bisa merangkak naik hingga kisaran 3,6 sampai 3,7 persen terhadap produk domestik bruto. Angka itu dinilai berisiko karena melampaui batas aman yang selama ini dijaga pemerintah.
Purbaya menjelaskan, lonjakan harga minyak global akan langsung meningkatkan beban subsidi energi yang harus ditanggung negara. Jika harga minyak terus naik sementara harga BBM domestik tetap dipertahankan, pemerintah harus menanggung selisih yang semakin besar melalui anggaran negara.
Dalam kondisi seperti itu, pemerintah bisa saja mengambil langkah penyesuaian harga BBM sebagai bagian dari kebijakan fiskal. Menurut Purbaya, ketika kemampuan anggaran sudah tidak lagi memadai, pemerintah dan masyarakat perlu berbagi beban untuk menjaga kestabilan keuangan negara.
Ia menegaskan, kenaikan harga BBM bukanlah langkah pertama yang akan diambil. Pemerintah masih menyiapkan sejumlah strategi lain untuk menahan tekanan terhadap APBN. Salah satu langkah yang dipertimbangkan adalah melakukan realokasi atau penyesuaian belanja negara.
Program-program yang dinilai tidak terlalu mendesak berpotensi ditunda atau dialihkan ke tahun anggaran berikutnya. Pemerintah juga membuka peluang melakukan efisiensi di beberapa pos pengeluaran agar defisit tidak melebar terlalu jauh.
Meski membuka opsi kenaikan harga BBM, Purbaya tetap optimistis harga minyak dunia tidak akan terus melonjak. Ia menilai pasokan minyak global berpotensi meningkat dalam beberapa waktu ke depan sehingga harga dapat kembali stabil.
Beberapa faktor yang disebut bisa menambah suplai minyak dunia antara lain rencana Amerika Serikat membuka kembali eksplorasi minyak di wilayah Alaska serta potensi kembalinya minyak Venezuela ke pasar global. Jika pasokan meningkat, tekanan harga minyak diyakini bisa mereda sehingga beban subsidi energi tidak terlalu berat bagi APBN.
Pemerintah juga mengingatkan bahwa Indonesia pernah menghadapi lonjakan harga minyak yang jauh lebih tinggi di masa lalu. Namun situasi tersebut tetap harus diantisipasi sejak dini agar stabilitas fiskal tetap terjaga.
Di tengah dinamika harga energi global, pemerintah kini menyiapkan berbagai skenario kebijakan. Mulai dari efisiensi belanja, penyesuaian program, hingga kemungkinan menaikkan harga BBM apabila tekanan terhadap anggaran negara sudah tidak lagi bisa ditahan.
_____________
liputansembilan