"Saat kampanye, saya berjanji untuk tidak menerima gaji selama menjabat. Ketika saya menerima gaji pertama sebagai Bupati, saya langsung menyerahkannya ke Baznas untuk menepati janji politik saya," kata Rachmat Riyanto. Langkah ini menunjukkan keseriusannya dalam mengedepankan kepentingan rakyat dan komitmennya untuk memberikan bantuan langsung kepada yang membutuhkan tanpa harus mengandalkan dana dari pemerintah daerah.
Alasan Rachmat untuk menyerahkan gaji pertamanya adalah agar dana tersebut bisa disalurkan langsung kepada masyarakat Bengkulu Tengah yang membutuhkan. Dengan menyerahkan gaji kepada Baznas, diharapkan dana tersebut dapat dipergunakan untuk membantu masyarakat kurang mampu dan yang berada dalam kondisi darurat, seperti warga yang terdampak bencana atau krisis ekonomi. Baznas sendiri berperan dalam menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah yang terkumpul dari masyarakat untuk disalurkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan bantuan.
"Baznas yang akan menyalurkannya sebagai bentuk infak, dan saya berharap langkah ini bisa diikuti oleh pejabat lain untuk turut berinfak," tambah Rachmat. Harapannya, apa yang ia lakukan dapat menjadi contoh bagi pejabat lainnya, yang dapat berpartisipasi dalam menyalurkan sebagian dari penghasilan mereka untuk membantu masyarakat. Dalam pandangannya, hal ini akan memperkuat gerakan infak dan zakat di daerah tersebut, sekaligus menjadi salah satu wujud nyata dari upaya untuk membangun kepedulian sosial di kalangan pejabat pemerintah.
Langkah Rachmat Riyanto ini tidak hanya sekadar menunjukkan keberpihakannya pada masyarakat, tetapi juga mencerminkan niat tulusnya dalam memimpin dengan integritas. Di hari pertama kerjanya sebagai Bupati, ia bersama wakilnya, Tarmizi, juga telah mengumpulkan seluruh pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah untuk menandatangani pakta integritas yang berisi komitmen untuk tidak terlibat dalam praktik-praktik korupsi. Hal ini menunjukkan bahwa Rachmat tidak hanya berfokus pada aspek materi, tetapi juga pada upaya untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan transparan.
"Saya berharap dan meminta agar seluruh pejabat di Bengkulu Tengah tidak terlibat dalam korupsi," tegas Rachmat. Ia ingin memastikan bahwa seluruh jajaran pemerintah daerah memiliki komitmen yang sama untuk menjaga integritas dan memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat tanpa melibatkan praktik korupsi yang merugikan.
Dengan menyerahkan gajinya dan memulai masa jabatannya dengan komitmen terhadap integritas dan transparansi, Rachmat Riyanto berharap dapat menciptakan budaya pemerintahan yang lebih bersih, efisien, dan lebih peduli terhadap kesejahteraan masyarakat. Langkah ini tentunya memberikan contoh yang baik bagi masyarakat dan pejabat lainnya, serta dapat menjadi momentum untuk meningkatkan rasa saling peduli dan berbagi dalam masyarakat Bengkulu Tengah. Sehingga, harapannya, pengelolaan anggaran daerah bisa lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat yang maksimal bagi rakyat.
_____________