Kronologi Santri Kabur Dari Pesantren di Medan, Tak Kuat Dibully Senior
Ads
scroll to continue with content

Menu Atas

Liputan Sembilan liputansembilan.com Aplikasi web
Tentang aplikasi ini

Baca berita terkini, kirim berita, dan sebarkan fakta. Akses cepat langsung dari beranda perangkat Anda.

Izin aplikasi
Akses situs web
Kirim notifikasi
Aktifkan Notifikasi
Dapatkan pemberitahuan saat ada berita terbaru. Jangan lewatkan info penting!

Header Menu

HEADLINES
.....

Kronologi Santri Kabur Dari Pesantren di Medan, Tak Kuat Dibully Senior

Minggu, 09 Maret 2025

Ads


Seorang santri berusia 14 tahun yang berinisial ZAT asal Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, dilaporkan melarikan diri dari pesantren Raudhatul Hasanah di Medan pada 28 Februari 2025. Ia ditemukan dalam keadaan selamat di Kabupaten Nagan Raya, setelah diduga sering menjadi korban perundungan oleh senior-seniornya di pesantren.

Kapolsek Kuta Raja, AKP Bambang Juniarto, mengungkapkan bahwa ZAT ditemukan oleh seorang warga bernama Samsul (46), yang mengetahui informasi mengenai hilangnya ZAT lewat media sosial. "Korban akhirnya berhasil dipertemukan dengan orang tuanya, Muhajir (54)," kata Bambang, seperti dikutip dari Antara, Sabtu (8/3/2025).

Dikabarkan, ZAT melarikan diri menggunakan mobil travel menuju Banda Aceh. Orang tuanya baru mengetahui kejadian tersebut setelah menanyakan keberadaan anaknya kepada pihak pesantren. Kejadian ini kemudian menjadi viral di media sosial. Keluarga ZAT lantas menghubungi Polsek Kuta Raja untuk meminta bantuan mencari anaknya.

Setelah hampir seminggu tidak ada kabar, pada Kamis (6/3/2025), orang tua ZAT menerima telepon dari Samsul yang mengabarkan bahwa ZAT berada di Nagan Raya bersama dirinya. Keluarga pun meminta bantuan Polsek Kuta Raja untuk menjemput keduanya. "Saat ditemukan, ZAT dalam kondisi sehat," ujar Bambang.

ZAT sendiri mengaku sering mengalami perundungan dari senior-seniornya di pesantren, yang membuatnya takut. Karena tidak tahan dengan perlakuan tersebut, ia memutuskan untuk melarikan diri ke Banda Aceh menggunakan mobil travel. "Dia khawatir akan dipukuli lagi oleh seniornya di pesantren, sehingga memilih untuk kabur," jelas Bambang.

Kasus ini telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk ditindaklanjuti ke pihak pesantren.

_____________

Buat Berita Jadi Gambar

Logo
UPDATE
Judul Headline

Punya Kabar Menarik?

Bagikan di LiputanSembilan.com GRATIS! 🚀

Langsung tulis dan kirim tanpa login atau buat akun.


Apakah di sekitar kamu ada prestasi membanggakan, kisah inspiratif, atau acara penting yang jarang terliput media? Atau ingin mempromosikan produk dan jasa secara luas?


💡 LiputanSembilan.com membuka kesempatan bagi siapa saja untuk mengirimkan berita secara GRATIS!

✅ Berita tentang prestasi lokal, kisah unik, atau kejadian penting di komunitas Anda
✅ Promosi barang atau jasa untuk menjangkau lebih banyak orang

📢 Jangan lewatkan kesempatan ini! Kirim berita kamu sekarang dan jadilah bagian dari LiputanSembilan.com!


Kirim Berita