Sebagian besar dana tersebut mengalir ke instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), yakni sebesar Rp3,95 triliun. Sementara itu, pasar Surat Berharga Negara (SBN) mencatat pembelian bersih Rp0,22 triliun. Sebaliknya, pasar saham mengalami tekanan dengan penjualan bersih senilai Rp0,01 triliun.
Jika ditarik sejak awal 2025 hingga akhir April, investor asing mencatat pembelian bersih sebesar Rp23,01 triliun di pasar SBN. Namun demikian, mereka juga melakukan penjualan bersih di pasar saham sebesar Rp49,56 triliun dan melepas SRBI senilai Rp12,05 triliun. Hal ini menunjukkan minat investor asing terhadap surat utang pemerintah masih tinggi, sementara sentimen terhadap pasar saham cenderung negatif.
Menanggapi dinamika aliran modal asing tersebut, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas eksternal perekonomian nasional. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyatakan bahwa pihaknya terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan lembaga terkait lainnya.
"Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia," ujar Ramdan dalam pernyataan resminya pada Sabtu, 3 Mei 2025.
BI diyakini akan terus mengandalkan kombinasi kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran untuk merespons dinamika global yang memengaruhi arus modal dan nilai tukar. Penguatan koordinasi fiskal-moneter juga dinilai penting guna menjaga daya saing aset domestik di mata investor global.
Sumber: rmol
_____________