Dugaan Ancaman Terhadap Trump, Mantan Bos FBI James Comey Diusut Serius
Ads
scroll to continue with content

Menu Atas

Header Menu

HEADLINES
.....

Dugaan Ancaman Terhadap Trump, Mantan Bos FBI James Comey Diusut Serius

Minggu, 25 Mei 2025

Ads

Isu panas kembali mengguncang panggung politik Amerika Serikat. Kali ini menyangkut dugaan serius: ada upaya untuk menghabisi nyawa Presiden AS, Donald Trump. Yang bikin heboh, nama mantan Direktur FBI, James Comey, ikut terseret dalam pusaran isu ini.

Sejumlah lembaga penegak hukum Amerika kini sedang menyelidiki apakah benar Comey pernah melontarkan ancaman terhadap Trump lewat unggahan di media sosial. Bukti yang jadi sorotan? Sebuah foto yang tampaknya tak bersalah, tapi ternyata menyimpan makna simbolik yang menggelisahkan banyak pihak.

Simbol "86 47": Bahasa Rahasia atau Sekadar Kerang di Pantai?

Unggahan yang bikin heboh itu muncul di akun Instagram Comey. Dalam foto tersebut, tampak susunan kerang laut yang membentuk angka "86 47". Mungkin sekilas terlihat seperti hiasan pantai biasa, tapi publik Amerika membaca makna lebih dalam.

Angka "86" dalam slang Amerika punya konotasi menyeramkan: artinya *membunuh* atau *menyingkirkan*. Sementara angka "47" diyakini merujuk pada Trump, yang merupakan Presiden AS ke-47 jika masa jabatan keduanya dihitung secara resmi.

Unggahan itu cepat menjadi viral dan memicu reaksi keras. Salah satunya datang dari Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi Noem. Lewat akun media sosial X (sebelumnya Twitter), Noem menuduh Comey secara terbuka menyerukan ancaman pembunuhan terhadap Presiden.

"James Comey, mantan Direktur FBI yang jadi aib, baru saja menyerukan pembunuhan terhadap @POTUS Trump," tulis Noem. Ia juga memastikan bahwa Secret Service dan Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) tengah menyelidiki hal ini.

Comey: "Saya Cuma Posting Kerang, Bukan Pesan Kekerasan"

Tak tinggal diam, Comey akhirnya buka suara. Melalui akun Instagram pribadinya, ia mengklarifikasi maksud dari unggahan tersebut. Menurutnya, itu hanya foto kerang-kerang yang dia temui saat jalan-jalan di pantai.

"Saya anggap itu sebagai pesan politik simbolik," ujarnya. Namun Comey mengaku kaget setelah tahu bahwa angka-angka tersebut diasosiasikan dengan kekerasan. "Itu sama sekali tidak pernah terpikirkan oleh saya. Tapi karena saya menolak segala bentuk kekerasan, unggahan itu saya hapus," tegasnya.

Meski begitu, penyelidikan tetap berlanjut. Sejumlah media seperti AFP dan The Guardian melaporkan bahwa kasus ini masih dalam proses analisis lebih dalam oleh otoritas.

Bukan Ancaman Pertama Terhadap Trump

Perlu diingat, ini bukan kali pertama Trump jadi target dugaan percobaan pembunuhan. Salah satu insiden yang paling mencolok terjadi saat kampanye Pilpres AS 2024 di Butler, Pennsylvania. Saat itu, seorang pria bersenjata mencoba menembaknya di depan publik.

Trump sempat terluka di bagian telinga karena peluru yang nyaris mengenai kepalanya. Beruntung, ia lolos dari maut.

Dalam pidato kemenangan setelah pemilu tersebut, Trump sempat menyinggung insiden itu. Dengan nada emosional, ia berkata, "Tuhan menyelamatkan nyawa saya karena suatu alasan… untuk menyelamatkan Amerika dan mengembalikan kejayaannya."

Ancaman Serius di Era Digital

Kasus seperti ini menunjukkan betapa dunia digital punya dampak nyata di dunia nyata. Sebuah unggahan yang tampak sepele bisa menjadi bahan penyelidikan kriminal, apalagi jika menyangkut tokoh sekelas Presiden Amerika Serikat.

James Comey sendiri merupakan sosok kontroversial. Ia dikenal sebagai orang yang pernah menyelidiki skandal email Hillary Clinton, hingga akhirnya dipecat oleh Trump saat masih menjabat sebagai Presiden dalam periode pertamanya.

Kini, bayang-bayang perseteruan lama mereka kembali muncul ke permukaan. Hanya saja kali ini bukan soal politik biasa — tapi menyangkut ancaman terhadap nyawa seorang presiden.

Apa Langkah Selanjutnya?

Sejauh ini, belum ada tanggapan langsung dari pihak Trump soal unggahan Comey dan penyelidikan ini. Namun bisa dipastikan, jika benar ada unsur ancaman serius, Secret Service akan menindak tegas demi melindungi keselamatan Presiden.

Publik kini menanti hasil penyelidikan. Apakah Comey hanya sekadar "iseng" dengan simbol yang ambigu? Ataukah ada pesan tersembunyi yang lebih serius di balik angka "86 47"?

Yang jelas, atmosfer politik Amerika Serikat kembali memanas. Dunia kini mengamati bagaimana negara adidaya ini menangani kasus ancaman yang melibatkan tokoh besar seperti mantan Direktur FBI dan presiden aktif.

Misi Trump: Menyelamatkan Amerika?

Dalam berbagai pidato terakhirnya, Trump terus mengusung narasi bahwa ia "diselamatkan Tuhan" untuk misi besar: menyelamatkan negara dari kehancuran. Dengan nada patriotik dan emosional, ia menekankan bahwa tugasnya belum selesai.

"Pekerjaan yang telah kalian percayakan kepada saya, akan saya jalankan dengan segenap kekuatan dan semangat," ujar Trump di hadapan ribuan pendukungnya di Florida.

Apakah insiden ini akan menambah simpati publik terhadapnya? Ataukah justru membuka babak baru dalam drama politik AS? Kita tunggu saja.

_____________

Punya Kabar Menarik?

Bagikan di LiputanSembilan.com GRATIS! 🚀

Langsung tulis dan kirim tanpa login atau buat akun.


Apakah di sekitar kamu ada prestasi membanggakan, kisah inspiratif, atau acara penting yang jarang terliput media? Atau ingin mempromosikan produk dan jasa secara luas?


💡 LiputanSembilan.com membuka kesempatan bagi siapa saja untuk mengirimkan berita secara GRATIS!

✅ Berita tentang prestasi lokal, kisah unik, atau kejadian penting di komunitas Anda
✅ Promosi barang atau jasa untuk menjangkau lebih banyak orang

📢 Jangan lewatkan kesempatan ini! Kirim berita kamu sekarang dan jadilah bagian dari LiputanSembilan.com!


Kirim Berita