"Indonesia siap mengakui Israel dan membuka hubungan diplomatik setelah Israel mengakui Palestina," ucap Prabowo dengan tegas. Komitmen ini merupakan lanjutan dari sikap Indonesia yang selama ini konsisten mendukung kemerdekaan Palestina dalam berbagai forum internasional.
Dua Negara, Satu Solusi untuk Perdamaian
Menurut Prabowo, solusi dua negara — di mana Israel dan Palestina hidup berdampingan sebagai dua negara berdaulat — adalah satu-satunya cara realistis untuk mengakhiri konflik di wilayah yang selama ini dikenal sebagai "The Holy Land".
Ia menyatakan bahwa jalan menuju perdamaian sejati harus melalui pengakuan terhadap hak dan kedaulatan Palestina. Namun demikian, Prabowo juga menekankan bahwa keamanan Israel tidak boleh diabaikan. "Saya tegaskan bahwa kita juga harus menjamin hak Israel untuk berdiri sebagai negara berdaulat, negara yang keamanannya juga harus dijamin," jelasnya.
Kolaborasi dengan Prancis untuk Kemerdekaan Palestina
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Emmanuel Macron juga mengutarakan posisi tegas negaranya. Prancis, menurut Prabowo, memiliki komitmen kuat untuk mendorong Israel menghentikan operasi militer di Gaza dan membuka akses seluas-luasnya bagi bantuan kemanusiaan. Macron bahkan menyampaikan keinginannya untuk menjadi bagian dari solusi.
"Prancis bertekad untuk terus mendukung langkah-langkah ke arah kemerdekaan Palestina sebagai negara merdeka," ujar Prabowo, mengutip pernyataan koleganya dari Prancis.
Keduanya menyampaikan sikap serupa: menghentikan kekerasan, memberikan ruang bagi diplomasi, dan mendorong pengakuan terhadap hak hidup damai bagi kedua bangsa. Langkah ini disambut baik oleh masyarakat internasional, terutama mereka yang sudah lama menyerukan keadilan bagi rakyat Palestina.
Prancis Siap Akui Palestina di PBB
Dukungan Prancis terhadap Palestina tidak berhenti di kata-kata. Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, menyatakan bahwa negaranya siap mengakui Palestina sebagai negara merdeka secara resmi. Bahkan, pengumuman ini direncanakan akan disampaikan dalam konferensi PBB yang akan digelar di New York pada bulan Juni 2025.
Barrot mengatakan bahwa kondisi di Gaza sudah sangat memprihatinkan dan tidak bisa terus dibiarkan. "Kami tidak bisa mewariskan kekerasan dan kebencian kepada anak-anak Gaza. Semua ini harus dihentikan," tegasnya dalam wawancara yang dilakukan pada Selasa (20/5/2025).
Ia juga menekankan bahwa langkah pengakuan terhadap Palestina adalah bagian dari solusi jangka panjang untuk perdamaian, bukan sekadar sikap politik sementara. Menurutnya, dunia tidak bisa menutup mata terhadap penderitaan rakyat sipil yang tak berdosa.
Pengakuan Palestina Jadi Tren Baru di Barat
Belakangan ini, gelombang dukungan terhadap kemerdekaan Palestina semakin kuat di negara-negara Barat. Banyak negara mulai menyadari bahwa status quo hanya memperpanjang konflik dan penderitaan. Sebagai contoh, Irlandia, Norwegia, dan Spanyol juga sedang dalam proses mempertimbangkan pengakuan resmi terhadap Palestina sebagai negara yang berdaulat.
Langkah Prancis untuk memimpin konferensi bersama Arab Saudi juga dinilai sebagai sinyal kuat bahwa Eropa ingin lebih aktif dalam menyelesaikan konflik yang telah berlangsung selama lebih dari tujuh dekade itu. Peran negara-negara besar seperti Prancis sangat penting untuk memberikan tekanan diplomatik kepada Israel agar menghentikan agresi militer dan membuka dialog.
Indonesia Tetap pada Prinsip Konstitusional
Sikap Indonesia yang tidak akan mengakui Israel selama Palestina belum merdeka juga sejalan dengan prinsip dasar negara. Dalam Pembukaan UUD 1945 disebutkan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu, penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Prinsip ini bukan hanya sekadar teks konstitusi, melainkan menjadi dasar moral dan diplomatik dalam kebijakan luar negeri Indonesia.
"Kita tidak akan berubah sikap, selama Palestina belum merdeka, Indonesia tetap pada pendiriannya," tegas Prabowo. Ucapan ini menunjukkan bahwa siapa pun presidennya, posisi Indonesia dalam isu Palestina tetap konsisten.
Peran Strategis Indonesia di Dunia Internasional
Sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki pengaruh moral yang besar dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina. Dalam berbagai forum internasional, Indonesia aktif mendorong resolusi damai, menyalurkan bantuan kemanusiaan, dan menjadi jembatan komunikasi antara negara-negara yang bertikai.
Prabowo menyadari peran strategis ini dan terus mendorong agar Indonesia menjadi bagian dari solusi global. Komunikasi yang intensif dengan negara-negara seperti Prancis, Arab Saudi, dan Mesir menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya bersuara, tapi juga bergerak nyata.
Solusi Politik Jadi Kunci Perdamaian
Konflik Israel-Palestina tidak akan pernah selesai dengan kekerasan. Baik serangan roket maupun blokade bantuan hanya akan memperpanjang siklus dendam. Dunia membutuhkan solusi politik yang berkeadilan — dan pengakuan terhadap Palestina sebagai negara merdeka adalah langkah awal yang sangat penting.
Dengan semakin banyak negara yang berani bersuara, harapan untuk melihat perdamaian di Timur Tengah menjadi lebih nyata. Sikap Indonesia dan Prancis menjadi sinyal kuat bahwa dunia tak bisa terus membiarkan ketidakadilan berlangsung di depan mata.
_____________