Kejagung Tetapkan 9 Tersangka Korupsi Pertamina, Termasuk Saudagar Minyak Riza Chalid
Ads
scroll to continue with content

Menu Atas

Header Menu

HEADLINES
.....

Kejagung Tetapkan 9 Tersangka Korupsi Pertamina, Termasuk Saudagar Minyak Riza Chalid

Jumat, 11 Juli 2025

Ads

Kejaksaan Agung Republik Indonesia kembali mengejutkan publik dengan menetapkan sembilan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi Pertamina yang melibatkan tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada periode 2018 hingga 2023. Pengumuman ini disampaikan dalam konferensi pers yang digelar pada Kamis (10/7/2025) di Gedung Jampidsus Kejagung, Jakarta.

Salah satu nama yang menarik perhatian adalah Muhammad Riza Chalid atau lebih dikenal dengan sebutan 'The Gasoline Godfather'. Sosok pengusaha yang sempat menghilang dari sorotan publik ini kini kembali muncul sebagai tersangka utama. Direktur Penyidikan Kejagung, Abdul Qohar, menyebutkan bahwa MRC berperan sebagai beneficial owner di PT Orbit Terminal Merak, perusahaan yang diduga menjadi salah satu simpul penting dalam jaringan kasus korupsi ini.

Riza Chalid bukanlah nama asing dalam dunia bisnis minyak Indonesia. Ia dikenal memiliki sejumlah perusahaan di luar negeri, khususnya di Singapura, seperti Supreme Energy, Paramount Petroleum, Straits Oil, dan Cosmic Petroleum. Kejagung sebelumnya sudah melakukan penggeledahan di rumah Riza pada 25 Februari 2025, menandai dimulainya penyelidikan mendalam terhadap kiprah bisnisnya yang penuh kontroversi.

Selain Riza, dua nama lain dari sektor swasta turut dijadikan tersangka, yakni IP yang menjabat Business Development Manager di PT Mahameru Kencana Abadi, dan MH, mantan Business Development Manager PT Trafigura pada periode 2019-2021. Trafigura sendiri dikenal sebagai salah satu perusahaan perdagangan komoditas global yang kerap disebut dalam kasus minyak dunia.

Tak hanya dari pihak swasta, sejumlah pejabat Pertamina juga ikut terseret dalam kasus ini. Salah satunya adalah AN, yang pernah menduduki posisi VP Supply dan Distribusi PT Pertamina (Persero) pada 2011-2015. Ada pula HB, yang pernah menjabat Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina tahun 2014.

Daftar tersangka semakin panjang dengan hadirnya TN, mantan VP Integrated Supply Chain (ISC) Pertamina tahun 2017-2018; DS, yang pernah menjadi VP Product Trading ISC Pertamina tahun 2019-2020; HW, mantan SVP Integrated Supply Chain Pertamina periode 2018-2020; dan AS, Direktur Gas, Petrokimia & Bisnis Baru di PT Pertamina International Shipping (PIS).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, skema korupsi ini melibatkan manipulasi dalam tata kelola rantai pasok minyak mentah dan produk kilang. Transaksi-transaksi fiktif, mark-up harga, serta pengaturan tender secara tertutup menjadi modus yang diduga kuat merugikan keuangan negara dalam jumlah yang sangat besar.

Kasus ini semakin menunjukkan betapa kompleksnya tata kelola industri migas di Indonesia, di mana kolaborasi antara pejabat BUMN dan pengusaha swasta menjadi kunci dalam membangun jejaring bisnis yang sarat pelanggaran. Riza Chalid disebut-sebut sebagai sosok sentral yang memfasilitasi transaksi-transaksi tersebut melalui perusahaan-perusahaannya di luar negeri.

Dalam perkembangan terbaru, Kejagung tengah menelusuri aliran dana yang mengalir ke luar negeri, khususnya ke sejumlah perusahaan cangkang di Singapura dan kawasan Timur Tengah. Dugaan pencucian uang pun mencuat, memperbesar cakupan penyidikan kasus ini. Bahkan beberapa aset milik para tersangka dikabarkan telah disita untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Kasus ini juga membuka kembali perdebatan publik tentang integritas tata kelola migas nasional. Banyak pihak menilai lemahnya pengawasan internal Pertamina dan kementerian terkait membuka celah bagi praktik korupsi yang melibatkan pejabat tinggi. Riza Chalid yang dikenal sebagai pemain lama dalam bisnis minyak kembali menjadi simbol lemahnya reformasi sektor energi Indonesia.

Beberapa analis menilai bahwa kasus ini menunjukkan pentingnya membenahi tata kelola rantai pasok energi, mulai dari pengadaan hingga distribusi. Praktik kartel dan persekongkolan tender yang diduga berlangsung selama bertahun-tahun telah mencoreng citra Pertamina sebagai BUMN strategis.

Dari sisi hukum, Kejagung berkomitmen menuntaskan kasus ini hingga ke akar-akarnya. Sejumlah pejabat aktif dan nonaktif yang terlibat dalam periode tersebut sedang diperiksa intensif. Tidak menutup kemungkinan akan ada penetapan tersangka tambahan seiring pengembangan penyidikan.

Sementara itu, masyarakat terus memantau perkembangan kasus ini dengan penuh perhatian. Di media sosial, topik seputar korupsi minyak Pertamina dan sosok Riza Chalid menjadi bahan perbincangan hangat. Banyak yang menilai bahwa kasus ini bisa menjadi momentum bagi Kejagung untuk membuktikan komitmennya dalam memberantas korupsi besar di sektor energi.

Seiring dengan itu, tekanan juga mengarah ke pemerintah agar mempercepat reformasi tata kelola BUMN strategis. Jika tidak, kasus serupa diprediksi akan terus terulang dan merugikan keuangan negara dalam jumlah besar.

Kejagung menyatakan bahwa seluruh tersangka akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku, termasuk kemungkinan penyitaan aset-aset pribadi maupun perusahaan yang terkait dengan hasil kejahatan. Pemeriksaan saksi dan penelusuran aliran dana diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa minggu ke depan.

Kasus ini tidak hanya mengungkap skandal korupsi besar, tetapi juga memperlihatkan kompleksitas jaringan bisnis energi yang melibatkan aktor-aktor kuat baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Peran Trafigura dan perusahaan global lainnya dalam rantai pasok minyak Indonesia kini ikut menjadi sorotan tajam.

_____________

Punya Kabar Menarik?

Bagikan di LiputanSembilan.com GRATIS! 🚀

Langsung tulis dan kirim tanpa login atau buat akun.


Apakah di sekitar kamu ada prestasi membanggakan, kisah inspiratif, atau acara penting yang jarang terliput media? Atau ingin mempromosikan produk dan jasa secara luas?


💡 LiputanSembilan.com membuka kesempatan bagi siapa saja untuk mengirimkan berita secara GRATIS!

✅ Berita tentang prestasi lokal, kisah unik, atau kejadian penting di komunitas Anda
✅ Promosi barang atau jasa untuk menjangkau lebih banyak orang

📢 Jangan lewatkan kesempatan ini! Kirim berita kamu sekarang dan jadilah bagian dari LiputanSembilan.com!


Kirim Berita