Hanya sehari setelah dilantik, Togap langsung menghadiri rapat penting mengenai rencana pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Danau Toba. Rapat ini dipimpin oleh Ketua Dewan Energi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, dan dihadiri para bupati dari wilayah-wilayah yang mengelilingi Danau Toba.
Dalam rapat tersebut, Togap menyampaikan urgensi dari pembentukan KEK sebagai motor penggerak pembangunan di kawasan Danau Toba. Menurutnya, KEK bukan hanya sekadar proyek pembangunan fisik, tapi juga upaya menyeluruh untuk mengoptimalkan investasi, mempercepat ekspor-impor, dan membuka jalan bagi pengembangan sektor industri, perdagangan, serta pariwisata Danau Toba.
"Penataan kawasan ini bukan semata untuk pariwisata, tapi juga untuk menjaga warisan budaya dan lingkungan. Harapannya, pembangunan ini bisa langsung berdampak pada kesejahteraan masyarakat sekitar," ujar Togap melalui pernyataan tertulis, Minggu (13/7/2025).
Pemerintah Provinsi Sumut saat ini tengah mempersiapkan kebutuhan teknis dan administratif untuk mendukung pembentukan KEK. Hal tersebut mencakup penyiapan dokumen, pengaturan lahan, serta kolaborasi lintas sektor dengan pemerintah kabupaten/kota dan pihak DEN.
Togap menekankan pentingnya kerja kolektif. "Semua pihak harus paham tugasnya masing-masing. Dengan koordinasi yang jelas, pembentukan KEK bisa berjalan mulus dan manfaatnya akan langsung dirasakan oleh warga," tegasnya.
Sementara itu, Ketua DEN, Luhut Binsar Pandjaitan, menegaskan bahwa KEK Danau Toba harus dirancang sesuai karakteristik tiap daerah. Setiap kabupaten/kota diminta mengusulkan rencana bisnis yang paling relevan dengan potensi lokalnya.
Luhut menyebutkan, KEK tidak hanya berfokus pada sektor pariwisata. Bidang seperti olahraga, pertanian, energi terbarukan, pendidikan, dan kesehatan juga akan menjadi bagian dari kegiatan usaha yang masuk dalam skema KEK. Pemerintah pusat akan memberikan dukungan dari sisi infrastruktur, kelembagaan, dan pembentukan badan usaha sebagai pengelola utama kawasan.
"Setiap daerah punya kekuatan sendiri. Kalau mereka bisa membuat rencana bisnis yang solid, pemerintah pusat siap bantu dari sisi pendukungnya. Ini bentuk kolaborasi pusat dan daerah yang konkret," terang Luhut.
Ia pun mengajak seluruh pihak untuk memberikan dukungan penuh demi terwujudnya KEK Danau Toba. Menurut Luhut, manfaat ekonomi yang ditimbulkan dari proyek ini akan sangat besar, mulai dari terciptanya lapangan kerja, peningkatan investasi, hingga mendorong tumbuhnya perekonomian lokal.
"Mari kita kerja bersama agar program ini bisa terwujud. Jika KEK Danau Toba benar-benar berdiri, hasilnya akan langsung dirasakan oleh masyarakat, terutama dari sisi ekonomi," ujarnya.
KEK Danau Toba diharapkan menjadi model pengembangan kawasan terpadu di Indonesia yang mampu menjawab kebutuhan pelestarian alam sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru. Keberhasilan proyek ini diyakini akan menjadi tonggak penting dalam sejarah pembangunan berkelanjutan di Sumatera Utara.
_____________