Terkuak Nampan MBG Mengandung Lemak Babi yang Diimpor dari China
Ads
scroll to continue with content

Menu Atas

Header Menu

HEADLINES
.....

Terkuak Nampan MBG Mengandung Lemak Babi yang Diimpor dari China

Selasa, 26 Agustus 2025

Ads

Gambar Berita

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi sorotan publik. Diluncurkan pada awal 2025 untuk mengurangi angka stunting dan memastikan asupan sehat bagi jutaan anak sekolah, program ini justru diterpa badai skandal. Sebuah unggahan viral dari akun X @fahrisalam pada 25 Agustus 2025 menuding bahwa nampan stainless steel yang dipakai dalam distribusi makanan, meski berlabel "Made in Indonesia," sebenarnya berasal dari wilayah Chaoshan, China.

Unggahan itu menyertakan bukti berupa foto pekerja pabrik, label nampan dengan tulisan "Program Makanan Bergizi Sehat," serta dokumen Lembar Data Keselamatan (SDS) yang mengaitkan produk tersebut dengan perusahaan Stainless Steel (Yangzhou) AYSF Technology Co., Ltd. Temuan ini menimbulkan kecurigaan bahwa publik telah dibohongi dengan pelabelan palsu, sementara anak-anak Indonesia justru makan menggunakan peralatan impor murah berkualitas rendah.

Masalah yang lebih mengkhawatirkan muncul ketika disebutkan bahwa nampan itu berbahan stainless steel grade 201, jenis yang tidak direkomendasikan untuk kontak pangan. Menurut para ahli, grade tersebut mudah melepaskan unsur logam seperti nikel dan kromium, terutama saat bersentuhan dengan makanan asam. Beberapa unggahan juga mengaitkannya dengan dugaan lebih dari 1.400 kasus keracunan makanan di Bogor dan Bandung sejak program dimulai.

Isu semakin sensitif karena dituduhkan adanya penggunaan pelumas berbasis lemak babi dalam proses produksi. Hal ini bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga menyangkut aspek halal, mengingat mayoritas masyarakat Indonesia beragama Islam. Tuduhan tersebut membuat publik geram, apalagi pemerintah belum memberikan tanggapan resmi hingga berita ini diturunkan.

Di platform X, perdebatan semakin memanas. Beberapa akun populer mengecam kebijakan ini. Pengguna @PseudoMonious menyebutnya sebagai "kebodohan yang diulang," sementara @dreamermager menyinggung bahwa program seakan lebih berfungsi "mengurangi orang miskinnya" ketimbang mengatasi kemiskinan. Seorang pengguna lain, @bagemeee, menekankan bahwa stainless steel grade 201 rawan berkarat dan tidak layak dipakai sebagai peralatan makan. Tren "Toxic Trays from China" pun mendominasi lini masa, memperlihatkan betapa luasnya kekecewaan publik.

Masalah tidak berhenti di situ. Tangkapan layar yang dibagikan @fahrisalam menunjukkan nampan serupa dijual di platform e-katalog seharga Rp108.000 per unit. Dengan anggaran program MBG mencapai Rp67 triliun, muncul kecurigaan adanya markup harga maupun indikasi korupsi. Bagi para kritikus, hal ini memperlihatkan bagaimana dana besar yang seharusnya menyelamatkan generasi muda justru berpotensi diselewengkan.

Sumber daring seperti Wikipedia menuliskan bahwa stainless steel grade 201 memang ekonomis, namun tidak dianjurkan untuk penggunaan makanan. Pedoman FDA juga menyebutkan bahwa kontak pangan sebaiknya menggunakan jenis baja tertentu dengan standar aman. Jika benar nampan mengandung sisa pelumas hewani, maka implikasi hukumnya dapat meluas, termasuk pelanggaran syariat Islam.

Dampaknya terasa nyata. The Guardian melaporkan lebih dari seribu kasus keracunan terkait program ini, menunjukkan adanya persoalan sistemik, bukan sekadar insiden lokal. Meme dan sindiran di media sosial bermunculan, salah satunya dari akun @aiamsayur yang menyindir ketidakadilan dalam kebijakan publik.

Krisis ini bahkan dinilai bisa mengganggu visi "Indonesia Emas 2045" yang dicanangkan Presiden Prabowo. Para ekonom memperingatkan, selain risiko kesehatan, program sebesar MBG juga menimbulkan beban fiskal besar, dan jika salah kelola, dapat membahayakan keberlanjutan pembangunan. Kini, masyarakat menunggu apakah pemerintah berani mengambil langkah tegas atau justru membiarkan kepercayaan publik semakin runtuh.

Dengan bukti yang terus bermunculan, skandal ini bukan hanya soal nampan. Ia menyentuh isu kedaulatan industri, transparansi penggunaan anggaran, hingga kesehatan anak bangsa. Pertanyaan yang menggelayuti publik: bisakah program MBG dipulihkan, ataukah ia akan selamanya dicatat sebagai kegagalan monumental yang merusak warisan politik Presiden Prabowo?

_____________

Punya Kabar Menarik?

Bagikan di LiputanSembilan.com GRATIS! 🚀

Langsung tulis dan kirim tanpa login atau buat akun.


Apakah di sekitar kamu ada prestasi membanggakan, kisah inspiratif, atau acara penting yang jarang terliput media? Atau ingin mempromosikan produk dan jasa secara luas?


💡 LiputanSembilan.com membuka kesempatan bagi siapa saja untuk mengirimkan berita secara GRATIS!

✅ Berita tentang prestasi lokal, kisah unik, atau kejadian penting di komunitas Anda
✅ Promosi barang atau jasa untuk menjangkau lebih banyak orang

📢 Jangan lewatkan kesempatan ini! Kirim berita kamu sekarang dan jadilah bagian dari LiputanSembilan.com!


Kirim Berita