Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, menegaskan bahwa sejak 26 November 2025 pukul 00.45 WIB, seluruh kepemimpinan organisasi kini berada sepenuhnya di bawah otoritas Rais Aam. Dengan keputusan tersebut, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya tidak lagi menjabat sebagai Ketua Umum PBNU. Pernyataan resmi itu disampaikan seusai sosialisasi hasil rapat harian Syuriah PBNU di Kantor PWNU Jawa Timur, yang dihadiri 36 anggota PBNU dan jajaran Syuriah. KH Miftachul Akhyar menegaskan bahwa sejak keputusan berlaku, Gus Yahya tidak berhak menggunakan atribut ataupun kewenangan sebagai ketua umum, karena seluruh tanggung jawab strategis kini kembali kepada Rais Aam yang menjadi penjaga marwah organisasi NU.
Dalam penjelasannya, KH Miftachul Akhyar menekankan bahwa pengambilalihan kewenangan tersebut dilakukan berdasarkan situasi internal organisasi serta landasan syar'i dan struktural yang sah sesuai Risalah Rapat Harian Syuriah PBNU. Keputusan itu diambil dengan mempertimbangkan kondisi objektif yang terjadi di tubuh PBNU, serta mendapatkan dukungan penuh dari anggota yang hadir. Ia menegaskan bahwa langkah ini bukan hanya keputusan administratif, tetapi juga langkah strategis demi menjaga ketertiban, keharmonisan, dan keberlanjutan organisasi. Para anggota Syuriah menilai bahwa keputusan tersebut menjadi ikhtiar terbaik untuk memastikan roda organisasi tetap berjalan sesuai garis perjuangan dan nilai-nilai dasar NU di tengah dinamika yang berkembang.
Untuk memastikan organisasi tetap berjalan secara normal dan terarah, PBNU telah menyiapkan forum permusyawaratan tingkat nasional yang akan digelar dalam waktu dekat. Forum tersebut dapat berupa rapat pleno atau muktamar, sesuai kebutuhan dan pertimbangan struktural organisasi. KH Miftachul Akhyar menyampaikan bahwa seluruh proses dan langkah ke depan akan dijalankan dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah serta akhlak karimah yang menjadi pedoman perjuangan PBNU. Ia berharap keputusan dan penjelasan ini dapat memberikan kejelasan bagi seluruh warga NU, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat persatuan internal dan menjalankan amanah organisasi dengan lebih baik.
_____________
liputansembilan