Kebijakan Purbaya Tak Jauh Beda dengan Sri Mulyani, Hanya Koar-koar di Sosmed
Ads
scroll to continue with content

Menu Atas

Header Menu

HEADLINES
.....

Kebijakan Purbaya Tak Jauh Beda dengan Sri Mulyani, Hanya Koar-koar di Sosmed

Minggu, 28 Desember 2025

Ads

Gambar Berita

Ekonom Yanuar Rizki menilai pergantian Menteri Keuangan tidak serta-merta membawa perubahan signifikan dalam arah kebijakan fiskal nasional. Menurutnya, dinamika yang muncul di ruang publik lebih mencerminkan respons emosional jangka pendek dibandingkan transformasi kebijakan yang bersifat struktural. Ia menilai sentimen positif yang berkembang saat ini masih dipengaruhi oleh ekspektasi awal dan pengelolaan isu, bukan oleh perubahan nyata pada fondasi kebijakan_fiskal, Menteri_Keuangan, dan sentimen_pasar.

Melalui pernyataannya di sebuah kanal YouTube pada Sabtu, 27 Desember 2025, Yanuar mengingatkan bahwa dalam beberapa bulan ke depan akan muncul isu-isu besar yang berpotensi menguji ketahanan optimisme tersebut. Ia menyebutkan bahwa periode awal pemerintahan biasanya diwarnai suasana "bulan madu" yang membuat kritik belum tersampaikan secara terbuka. Dalam pandangannya, publik perlu bersiap menghadapi fase penyesuaian kebijakan fiskal yang akan lebih terasa dampaknya pada ekonomi_nasional, anggaran_negara, dan isu_fiskal.

Ia juga menyoroti sikap kelompok pengusaha yang sebelumnya mulai merasa jenuh terhadap kebijakan penerimaan negara, baik dari sektor pajak maupun PNBP. Meski terjadi pergantian figur, Yanuar melihat pola kebijakan yang dijalankan masih relatif serupa. Namun demikian, ia menilai kondisi ini masih memberikan ruang dialog antara pemerintah dan pelaku usaha untuk memperkuat kepercayaan serta menjaga stabilitas PNBP, kelompok_pengusaha, dan iklim_investasi.

Dalam analisisnya, Yanuar menyampaikan bahwa dukungan yang ada saat ini kemungkinan masih bertahan karena belum muncul resistensi terbuka. Ia memprediksi bahwa dalam tiga hingga enam bulan ke depan, dukungan tersebut bisa mengalami penyesuaian seiring kebijakan mulai dirasakan secara langsung. Meski demikian, proses ini dinilai sebagai bagian dari dinamika demokrasi dan pengambilan kebijakan yang wajar dalam sistem ekonomi terbuka, terutama terkait defisit_anggaran, belanja_negara, dan stabilitas_fiskal.

Yanuar menilai optimisme yang dibangun pemerintah saat ini memiliki peran penting dalam menjaga kepercayaan publik, meski ia mengingatkan perlunya langkah konkret agar optimisme tersebut menyentuh sektor riil. Menurutnya, tantangan ke depan justru menjadi peluang untuk memperkuat komunikasi kebijakan dan mempercepat reformasi struktural. Dengan demikian, masyarakat dapat merasakan manfaat kebijakan secara langsung, seiring meningkatnya kualitas tata kelola sektor_riil, reformasi_ekonomi, dan kepercayaan_publik.

_____________

Punya Kabar Menarik?

Bagikan di LiputanSembilan.com GRATIS! 🚀

Langsung tulis dan kirim tanpa login atau buat akun.


Apakah di sekitar kamu ada prestasi membanggakan, kisah inspiratif, atau acara penting yang jarang terliput media? Atau ingin mempromosikan produk dan jasa secara luas?


💡 LiputanSembilan.com membuka kesempatan bagi siapa saja untuk mengirimkan berita secara GRATIS!

✅ Berita tentang prestasi lokal, kisah unik, atau kejadian penting di komunitas Anda
✅ Promosi barang atau jasa untuk menjangkau lebih banyak orang

📢 Jangan lewatkan kesempatan ini! Kirim berita kamu sekarang dan jadilah bagian dari LiputanSembilan.com!


Kirim Berita