Pakar Forensik Duga Pelaku Pembunuhan MAHM Orang yang Kenal Rumah
Ads
scroll to continue with content

Menu Atas

Header Menu

HEADLINES
.....

Pakar Forensik Duga Pelaku Pembunuhan MAHM Orang yang Kenal Rumah

Selasa, 23 Desember 2025

Ads

Gambar Berita

Pakar psikologi forensik Reza Indragiri menduga pembunuh MAHM (9), anak politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Maman Suherman, berasal dari orang yang mengenal dekat situasi rumah korban. Reza menilai, MAHM bisa saja merupakan "objek pengganti" dari target utama pelaku.

"Korban berusia 9 tahun dan mengalami luka yang sedemikian parah dan banyak. Boleh jadi orang yang menghabisi korban tidak sungguh-sungguh menjadikan korban sebagai target aslinya," ujar Reza saat wawancara dengan KompasTV, Jumat (19/12/2025).

Menurut Reza, target utama bisa saja pihak lain yang memiliki keterkaitan dengan korban, misalnya orang tua korban. Namun, karena pelaku tidak dapat melakukan serangan langsung, maka anak dijadikan sasaran substitusi. Meski demikian, ia menegaskan motif dan sosok pelaku belum tentu sejalan. "Kepentingan pelaku bisa tertuju pada pihak lain, lalu dicarikan pengganti karena tidak bisa menjangkaunya," katanya.

Reza menambahkan, anak-anak merupakan kelompok rentan sehingga kerap dijadikan target kejahatan. Ia juga mengungkap dua petunjuk penting terkait terduga pelaku: memiliki akses ke rumah korban dan mengetahui kondisi penghuni rumah. "Pelaku tampaknya memahami situasi rumah dan keluarga pemilik rumah, termasuk kapan anak tidak terjaga," ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Cilegon AKBP Martua Raja Silitonga menyatakan penyelidikan masih berlangsung dan polisi mendalami kemungkinan keterlibatan orang dekat. Hal ini seiring informasi bahwa ayah korban baru saja memecat empat pegawainya. "Masih dalam pendalaman," kata Martua.

Kasi Humas Polres Cilegon AKP Sigit Dermawan menjelaskan, rumah tersebut dihuni delapan orang, termasuk keluarga korban. Meski dipasangi CCTV, seluruh perangkat dilaporkan rusak dan tidak ada petugas keamanan pribadi. Satpam perumahan menyebut dua asisten rumah tangga sempat pulang pada hari kejadian.

Staf Ahli Kapolri, Hermawan Sulistyo, mendesak agar seluruh pihak terkait diperiksa tanpa pengecualian. "Kejahatan tidak boleh ada orang yang dikecualikan dari sangkaan," tegasnya.

_____________

Punya Kabar Menarik?

Bagikan di LiputanSembilan.com GRATIS! 🚀

Langsung tulis dan kirim tanpa login atau buat akun.


Apakah di sekitar kamu ada prestasi membanggakan, kisah inspiratif, atau acara penting yang jarang terliput media? Atau ingin mempromosikan produk dan jasa secara luas?


💡 LiputanSembilan.com membuka kesempatan bagi siapa saja untuk mengirimkan berita secara GRATIS!

✅ Berita tentang prestasi lokal, kisah unik, atau kejadian penting di komunitas Anda
✅ Promosi barang atau jasa untuk menjangkau lebih banyak orang

📢 Jangan lewatkan kesempatan ini! Kirim berita kamu sekarang dan jadilah bagian dari LiputanSembilan.com!


Kirim Berita