Banjir bandang yang melanda kawasan objek wisata Guci di Kabupaten Tegal sempat menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas wisata. Namun, seiring dengan surutnya banjir, upaya pemulihan langsung dilakukan agar kawasan wisata alam tersebut dapat segera kembali beroperasi dan melayani wisatawan yang berkunjung.
Sehari pascakejadian, proses perbaikan fasilitas dilakukan secara intensif oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Tegal, PMI, TNI, Polri, serta dukungan masyarakat setempat. Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Tegal, M Afifudin, memastikan bahwa kawasan wisata Guci kini sudah siap kembali menerima kunjungan wisatawan setelah dilakukan perbaikan pada titik-titik terdampak.
Menurut Afifudin, fokus utama perbaikan diarahkan pada pancuran air panas yang menjadi daya tarik utama Guci. Pipa-pipa air yang sebelumnya hanyut akibat banjir telah diganti dengan yang baru dan dipasang kembali secara gotong royong. Dengan selesainya perbaikan tersebut, pengelola optimistis wisata Guci siap menyambut lonjakan pengunjung, khususnya pada momen libur Nataru yang tinggal menghitung hari.
Afifudin juga menyampaikan keyakinannya bahwa kejadian banjir bandang tersebut tidak akan berdampak signifikan terhadap kunjungan wisatawan. Selain fasilitas yang sudah kembali berfungsi, kondisi cuaca di wilayah Tegal saat ini dinilai cukup kondusif. Ia menjelaskan bahwa banjir terjadi akibat pengaruh badai siklon 93S yang sempat berada di sekitar Gunung Slamet dan kini telah menjauh.
Berdasarkan hasil asesmen bencana, banjir yang terjadi pada Sabtu (20/12) menyebabkan kerusakan pada tiga fasilitas kolam. Pancuran 13 tertimbun pasir, Pancuran 5 terdampak robohnya cabang pohon besar, sementara Kolam Barokah sempat kemasukan air keruh. Seluruh fasilitas tersebut kini telah dibersihkan dan diperbaiki, sehingga pengelola memastikan keamanan serta kenyamanan pengunjung tetap menjadi prioritas utama.
_____________
liputansembilan