Terungkap! Bulu Merak Ternyata Bisa Memancarkan Sinar Laser
Ads
scroll to continue with content

Menu Atas

Header Menu

HEADLINES
.....

Terungkap! Bulu Merak Ternyata Bisa Memancarkan Sinar Laser

Minggu, 28 Desember 2025

Ads

Gambar Berita

Selama ini bulu merak dikenal luas karena keindahan warnanya yang berkilau dan tampak berubah-ubah saat terkena cahaya. Namun, penelitian terbaru justru mengungkap sisi lain yang jauh lebih mengejutkan. Para ilmuwan menemukan bahwa bulu merak memiliki kemampuan memancarkan sinar laser, sebuah fenomena yang belum pernah tercatat sebelumnya pada hewan mana pun. Penemuan ini langsung menarik perhatian dunia sains karena membuka pemahaman baru tentang potensi tersembunyi struktur alami pada makhluk hidup bulu_merak, penelitian_sains, dan fenomena_unik.

Fenomena ini terungkap melalui eksperimen tim peneliti dari Florida Polytechnic University yang meneliti bulu merak secara mendalam. Dalam pengujian, bulu direndam menggunakan zat warna khusus lalu dipicu dengan denyut cahaya hijau. Hasilnya mengejutkan, karena muncul dua garis emisi laser yang tajam dan konsisten. Temuan ini menjadi bukti bahwa cahaya yang dihasilkan bukan sekadar pantulan biasa, melainkan laser sejati yang terstruktur dengan baik laser_biologis, eksperimen_laboratorium, dan cahaya_laser.

Keindahan warna bulu merak sendiri ternyata tidak berasal dari pigmen seperti pada cat, melainkan dari struktur kristal fotonik mikroskopis yang tersusun dari batang melanin dalam keratin. Struktur inilah yang memantulkan panjang gelombang cahaya tertentu sehingga menghasilkan warna khas. Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal ilmiah, bagian "mata" pada bulu merak diproses melalui siklus pembasahan dan pengeringan berulang agar zat warna dapat meresap secara optimal ke dalam serat protein struktur_fotonik, melanin, dan jurnal_ilmiah.

Menariknya, emisi laser dari bulu merak terbukti sangat stabil. Panjang gelombang yang dihasilkan tetap konsisten di berbagai bagian bulu dan pada sampel yang berbeda. Area hijau pada motif "mata" menghasilkan sinyal paling kuat, namun bagian kuning dan cokelat juga mampu memancarkan laser serupa. Hal ini menandakan adanya keteraturan struktur mikroskopis yang berfungsi sebagai resonator alami untuk cahaya struktur_mikroskopis, panjang_gelombang, dan biologi_modern.

Temuan ini dinilai sangat menjanjikan bagi dunia medis dan teknologi. Emisi laser dari jaringan biologis dapat dimanfaatkan sebagai alat pendeteksi untuk mengungkap struktur kecil yang sulit dilihat dengan mikroskop konvensional. Ke depan, konsep "biolaser" ini berpotensi menginspirasi pengembangan sumber cahaya baru yang aman digunakan pada jaringan hidup, termasuk untuk sensor atau pencitraan medis berdaya rendah tanpa merusak sel tubuh teknologi_medis, pencitraan_medis, dan inovasi_sains.

_____________

Punya Kabar Menarik?

Bagikan di LiputanSembilan.com GRATIS! 🚀

Langsung tulis dan kirim tanpa login atau buat akun.


Apakah di sekitar kamu ada prestasi membanggakan, kisah inspiratif, atau acara penting yang jarang terliput media? Atau ingin mempromosikan produk dan jasa secara luas?


💡 LiputanSembilan.com membuka kesempatan bagi siapa saja untuk mengirimkan berita secara GRATIS!

✅ Berita tentang prestasi lokal, kisah unik, atau kejadian penting di komunitas Anda
✅ Promosi barang atau jasa untuk menjangkau lebih banyak orang

📢 Jangan lewatkan kesempatan ini! Kirim berita kamu sekarang dan jadilah bagian dari LiputanSembilan.com!


Kirim Berita