Biduan Joget di Panggung Isra Miraj, Warga Banyuwangi Dibuat Geleng-Geleng
Ads
scroll to continue with content

Menu Atas

Header Menu

HEADLINES
.....

Biduan Joget di Panggung Isra Miraj, Warga Banyuwangi Dibuat Geleng-Geleng

Minggu, 18 Januari 2026

Ads

Gambar Berita

Sebuah video yang memperlihatkan biduan berpakaian serba hitam dengan busana minim tengah berjoget di atas panggung peringatan Isra Miraj mendadak menghebohkan masyarakat Banyuwangi, Jawa Timur. Aksi tersebut menuai sorotan karena gerakannya dinilai erotis dan sangat kontras dengan latar acara keagamaan yang terpampang jelas di panggung.

Dalam rekaman yang beredar luas melalui pesan berantai WhatsApp, terlihat sang biduan melantunkan lagu dengan iringan musik, sementara di belakangnya terpampang tulisan peringatan Isra Miraj. Sejumlah pemusik tampak mengenakan pakaian yang cenderung islami, sehingga perbedaan suasana itu semakin mencolok. Di sisi kiri panggung, satu penyanyi lain terlihat duduk menunggu giliran tampil, juga dengan pakaian terbuka dan minim.

Setelah ditelusuri, video tersebut diketahui diambil di Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon. Rekaman itu awalnya beredar terbatas, namun kemudian meluas ke berbagai platform media sosial dan memicu gelombang komentar bernada kecewa. Banyak warga menilai peristiwa itu mencederai nilai religius acara Isra Miraj dan tidak pantas dipertontonkan dalam konteks keagamaan.

Seiring viralnya video, sejumlah warganet mulai menyoroti sikap organisasi keagamaan di Banyuwangi. Nama MUI Banyuwangi dan beberapa ormas Islam lain ikut disebut-sebut, dengan tuntutan agar ada sikap tegas dan klarifikasi atas insiden tersebut. Perdebatan pun berkembang, bukan hanya soal etika acara, tetapi juga soal pengawasan dan tanggung jawab panitia.

Merespons kegaduhan itu, panitia acara akhirnya angkat bicara dengan merilis video permintaan maaf. Ketua panitia, Muhammad Hadiyanto, menyampaikan penyesalan atas kejadian yang telah memicu keresahan publik. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak bermaksud menodai peringatan Isra Miraj maupun melukai perasaan masyarakat.

Hadiyanto membenarkan bahwa aksi joget biduan tersebut memang terjadi di panggung acara. Namun, ia memberikan penjelasan bahwa penampilan itu berlangsung setelah rangkaian peringatan Isra Miraj selesai. Menurutnya, seluruh undangan, tokoh masyarakat, dan para kiai sudah meninggalkan lokasi saat kejadian berlangsung.

Ia menyebutkan bahwa hiburan tersebut digelar semata-mata untuk menghibur panitia yang tengah melakukan kegiatan bersih-bersih usai acara utama. Meski demikian, penjelasan itu tidak serta-merta meredam kritik publik. Banyak warga tetap menilai bahwa penggunaan panggung dan atribut acara keagamaan untuk hiburan semacam itu merupakan kekeliruan besar.

Hingga kini, video tersebut masih menjadi bahan perbincangan hangat di Banyuwangi. Peristiwa ini memantik diskusi luas tentang batas antara hiburan dan kesakralan acara keagamaan, serta pentingnya sensitivitas budaya dan religi dalam setiap kegiatan masyarakat.

_____________

Punya Kabar Menarik?

Bagikan di LiputanSembilan.com GRATIS! 🚀

Langsung tulis dan kirim tanpa login atau buat akun.


Apakah di sekitar kamu ada prestasi membanggakan, kisah inspiratif, atau acara penting yang jarang terliput media? Atau ingin mempromosikan produk dan jasa secara luas?


💡 LiputanSembilan.com membuka kesempatan bagi siapa saja untuk mengirimkan berita secara GRATIS!

✅ Berita tentang prestasi lokal, kisah unik, atau kejadian penting di komunitas Anda
✅ Promosi barang atau jasa untuk menjangkau lebih banyak orang

📢 Jangan lewatkan kesempatan ini! Kirim berita kamu sekarang dan jadilah bagian dari LiputanSembilan.com!


Kirim Berita