Drama Pecah Kongsi Tim Ijazah Jokowi, Eggi vs Rismon Kian Panas
Ads
scroll to continue with content

Menu Atas

Header Menu

HEADLINES
.....

Drama Pecah Kongsi Tim Ijazah Jokowi, Eggi vs Rismon Kian Panas

Sabtu, 17 Januari 2026

Ads

Gambar Berita

Pernyataan Eggi Sudjana yang menyebut Roy Suryo dan rekan-rekannya "sok jagoan" dalam polemik tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo langsung memicu reaksi keras dari koleganya sendiri, Rismon Sianipar. Rismon bahkan secara terbuka meminta Eggi untuk menyingkir dan tidak lagi mencampuri perjuangan yang menurutnya masih harus dilanjutkan.

Eggi Sudjana kembali muncul ke ruang publik setelah status tersangkanya dalam perkara ijazah Jokowi ditangguhkan oleh Polda Metro Jaya melalui penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyidikan. Dalam kemunculan itu, Eggi menceritakan pertemuannya dengan Jokowi sebelum proses restorative justice berlangsung. Ia justru melontarkan pujian terhadap sikap dan akhlak Jokowi, yang menurutnya menerima kedatangannya dengan baik meski merasa telah difitnah.

Eggi menyebut pertemuan tersebut membuatnya menilai akhlak Jokowi jauh lebih baik. Di saat yang sama, ia melontarkan sindiran kepada Roy Suryo dan kawan-kawan yang disebutnya merasa paling jago dalam melawan Jokowi. Pernyataan itu dinilai sebagai bentuk cuci tangan sekaligus penarikan diri Eggi dari barisan yang sejak awal getol mempertanyakan keaslian ijazah mantan presiden tersebut.

Sikap Eggi ini membuat Rismon Sianipar bereaksi keras. Rismon menegaskan dirinya dan rekan-rekannya tidak terpengaruh dengan komentar Eggi. Menurutnya, persoalan ini bukan soal siapa yang paling jago atau berani, melainkan menyangkut kepentingan negara dan perbaikan sistem ke depan.

Rismon juga mengungkit sikap Eggi di awal kasus, yang justru sangat aktif mempertanyakan keabsahan ijazah Jokowi. Ia mengingatkan bahwa Eggi sendiri yang mengundang mereka ke Universitas Gadjah Mada pada April 2025 untuk membahas isu tersebut. Karena itu, perubahan sikap Eggi sekarang dianggap janggal dan inkonsisten.

Lebih jauh, Rismon menilai polemik ini seharusnya difokuskan pada evaluasi sistem seleksi Komisi Pemilihan Umum agar kasus serupa tidak terulang di masa depan. Baginya, ini bukan agenda pribadi, melainkan urusan bernegara yang harus diluruskan. Ia juga mempertanyakan dasar penerbitan SP3 terhadap Eggi, terutama karena penghentian penyidikan lazimnya memiliki syarat hukum yang jelas.

Meski demikian, Rismon menegaskan pihaknya tidak mempermasalahkan jika Eggi memilih mundur. Namun ia menolak jika Eggi kemudian mengklaim perjuangan yang sedang dijalankan pihak lain. Dengan nada tinggi, Rismon menegaskan bahwa perjuangan ini bukan soal uang atau kepentingan pribadi, melainkan klaim moral demi negara. Ia bahkan menyindir bahwa jika tujuannya hanya kepentingan pribadi, permintaan maaf saja sebenarnya bisa menyelesaikan semuanya.

_____________

Punya Kabar Menarik?

Bagikan di LiputanSembilan.com GRATIS! 🚀

Langsung tulis dan kirim tanpa login atau buat akun.


Apakah di sekitar kamu ada prestasi membanggakan, kisah inspiratif, atau acara penting yang jarang terliput media? Atau ingin mempromosikan produk dan jasa secara luas?


💡 LiputanSembilan.com membuka kesempatan bagi siapa saja untuk mengirimkan berita secara GRATIS!

✅ Berita tentang prestasi lokal, kisah unik, atau kejadian penting di komunitas Anda
✅ Promosi barang atau jasa untuk menjangkau lebih banyak orang

📢 Jangan lewatkan kesempatan ini! Kirim berita kamu sekarang dan jadilah bagian dari LiputanSembilan.com!


Kirim Berita