Dunia di Ambang Perang Besar, Negara-Negara Ini Diprediksi Jadi Tempat Berlindung
Ads
scroll to continue with content

Menu Atas

Header Menu

HEADLINES
.....

Dunia di Ambang Perang Besar, Negara-Negara Ini Diprediksi Jadi Tempat Berlindung

Sabtu, 24 Januari 2026

Ads

Gambar Berita

Kekhawatiran akan pecahnya Perang Dunia III kembali mencuat seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di berbagai belahan dunia. Konflik yang terus berlanjut di Timur Tengah, perang Rusia–Ukraina yang belum menemukan ujung, penangkapan Presiden Venezuela **Nicolás Maduro**, hingga isu rencana Amerika Serikat untuk menguasai Greenland, menjadi rangkaian peristiwa yang membuat situasi global kian panas. Ancaman Presiden AS **Donald Trump** terkait kemungkinan intervensi militer di Iran juga menambah daftar kekhawatiran.

Di tengah skenario terburuk tersebut, muncul diskusi mengenai negara-negara yang dianggap paling aman jika konflik global benar-benar meletus. Meski tak ada wilayah yang sepenuhnya kebal dari dampak perang, sejumlah negara dinilai memiliki peluang lebih besar untuk bertahan karena netralitas politik, posisi geografis yang terpencil, kemandirian pangan dan energi, serta sistem pertahanan yang solid.

Selandia Baru kerap menempati posisi teratas dalam daftar negara teraman. Letaknya yang terisolasi di Pasifik Selatan, jauh dari pusat konflik, ditambah stabilitas politik dan ketahanan pangan membuat negara ini dipandang sebagai tempat berlindung ideal. Infrastruktur energi terbarukan yang kuat juga menjadi nilai tambah dalam menghadapi krisis global.

Swiss dikenal luas sebagai simbol netralitas. Sejak 1815, negara ini konsisten menghindari konflik dan aliansi militer. Medan pegunungan Alpen menjadi pertahanan alami, sementara sistem pertahanan sipil dan cadangan pangan yang matang memperkuat posisinya sebagai salah satu tempat paling aman di dunia.

Kanada juga masuk dalam kategori aman berkat wilayahnya yang luas, kepadatan penduduk rendah, dan sumber daya alam melimpah. Hubungan diplomatik yang relatif stabil serta kemampuan bertahan secara mandiri membuat negara ini sering disebut sebagai tujuan aman jika dunia dilanda perang besar.

Jepang, meski berada di kawasan yang rawan ketegangan geopolitik, memiliki infrastruktur canggih, sistem pertahanan modern, dan stabilitas ekonomi yang kuat. Kemandirian energi dan teknologi menjadikannya tetap dipertimbangkan sebagai tempat berlindung potensial.

Amerika Serikat sendiri sering masuk daftar karena kekuatan militernya, cadangan pangan dan energi yang besar, serta kemampuan teknologi tinggi. Meski berpotensi menjadi pusat konflik, skala dan daya tahannya dinilai mampu melindungi sebagian besar wilayahnya.

Negara-negara kepulauan seperti Fiji, Nevis, dan Dominika juga dianggap relatif aman karena lokasinya yang terpencil dan rendahnya kepentingan strategis global. Uruguay dan Chili di Amerika Selatan turut dipandang stabil berkat demokrasi yang kuat, kemandirian energi, serta perlindungan geografis alami.

Faktor utama yang membuat sebuah negara dinilai aman meliputi netralitas politik, isolasi geografis, kekuatan pertahanan, kemandirian sumber daya, serta stabilitas sosial dan ekonomi. Negara-negara yang mampu memenuhi sebagian besar kriteria tersebut diyakini memiliki peluang lebih besar untuk meminimalkan dampak jika perang global benar-benar terjadi.

_____________

Punya Kabar Menarik?

Bagikan di LiputanSembilan.com GRATIS! 🚀

Langsung tulis dan kirim tanpa login atau buat akun.


Apakah di sekitar kamu ada prestasi membanggakan, kisah inspiratif, atau acara penting yang jarang terliput media? Atau ingin mempromosikan produk dan jasa secara luas?


💡 LiputanSembilan.com membuka kesempatan bagi siapa saja untuk mengirimkan berita secara GRATIS!

✅ Berita tentang prestasi lokal, kisah unik, atau kejadian penting di komunitas Anda
✅ Promosi barang atau jasa untuk menjangkau lebih banyak orang

📢 Jangan lewatkan kesempatan ini! Kirim berita kamu sekarang dan jadilah bagian dari LiputanSembilan.com!


Kirim Berita