Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Jambi menyoroti gangguan layanan digital yang dialami Bank Jambi dan mendesak agar pemulihan sistem dilakukan secepatnya. Lembaga pengawas pelayanan publik itu menekankan pentingnya kepastian layanan bagi seluruh nasabah di tengah gangguan teknis yang terjadi.
Kepala Perwakilan Ombudsman Jambi, Saiful Roswandi, menyatakan tidak boleh ada nasabah yang dirugikan akibat kendala sistem perbankan tersebut. Ia meminta manajemen Bank Jambi segera memastikan perbaikan layanan digital berjalan optimal dan transparan.
Menurut Saiful, dalam situasi seperti ini perlindungan konsumen harus menjadi prioritas utama. Nasabah berhak mendapatkan informasi yang jelas, termasuk estimasi waktu pemulihan sistem. Transparansi dinilai penting agar tidak menimbulkan keresahan maupun spekulasi di tengah masyarakat.
Ombudsman juga mengimbau masyarakat tetap tenang namun kritis dalam memperjuangkan haknya sebagai pengguna jasa perbankan. Nasabah yang merasa terdampak atau dirugikan diminta untuk menyampaikan komplain resmi kepada Bank Jambi melalui mekanisme pengaduan yang tersedia.
Apabila laporan tersebut tidak ditindaklanjuti secara memadai, Ombudsman membuka ruang bagi masyarakat untuk melaporkan langsung ke kantor perwakilan Ombudsman RI di Jambi. Lembaga ini memastikan siap menindaklanjuti aduan sesuai kewenangan yang dimiliki.
Selain mendesak percepatan pemulihan, Saiful juga menyarankan Bank Jambi mempertimbangkan penggunaan server lokal yang berada di Jambi. Ia menilai pemanfaatan server di daerah sendiri akan mempermudah proses audit, pengawasan, serta percepatan penanganan apabila terjadi gangguan serupa di masa mendatang.
Penggunaan server di luar daerah dinilai memiliki risiko tersendiri, terutama dalam kondisi darurat yang membutuhkan respons cepat dan koordinasi teknis tanpa hambatan birokrasi panjang. Dengan infrastruktur yang sudah diresmikan di Jambi, Ombudsman menilai sudah saatnya Bank Jambi memaksimalkan fasilitas tersebut demi meningkatkan keandalan sistem.
Gangguan layanan digital ini menjadi pengingat bahwa transformasi perbankan berbasis teknologi harus dibarengi kesiapan infrastruktur dan manajemen risiko yang matang, agar kepercayaan publik tetap terjaga.
_____________
liputansembilan