Pendukung Jokowi Laporkan Rismon, Yamaguchi University Disebut Tak Pernah Terbitkan Ijazahnya
Ads
scroll to continue with content

Menu Atas

Header Menu

HEADLINES
.....

Pendukung Jokowi Laporkan Rismon, Yamaguchi University Disebut Tak Pernah Terbitkan Ijazahnya

Sabtu, 14 Februari 2026

Ads

Gambar Berita

Rismon Sianipar dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada 13 Februari 2026 di tengah memanasnya polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Laporan tersebut diajukan sejumlah elemen pendukung Jokowi yang menuding ijazah magister dan doktoral Rismon dari Yamaguchi University, Jepang, palsu.

Ketua Jokowi Mania, Andi Azwan, menyatakan pihaknya melaporkan Rismon Hasiholan Sianipar atas dugaan penggunaan ijazah S2 dan S3 yang tidak pernah diterbitkan oleh kampus tersebut. Ia menyebut laporan sebelumnya kerap berujung konsultasi, namun kali ini disertai dokumen konfirmasi langsung dari pihak universitas di Jepang. Laporan itu tercatat dengan nomor LP/B/1210/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA.

Bilhaki yang turut hadir mengklaim telah memperoleh informasi resmi dari Yamaguchi University bahwa identitas ijazah yang bersangkutan tidak pernah diterbitkan. Kuasa hukum Bilhaki, Lechumanan, menyebut total sudah ada tiga laporan terhadap Rismon, dua di antaranya terdaftar di Polres Jakarta Selatan. Ia mendesak aparat segera memproses dan melimpahkan perkara tersebut tanpa penundaan.

Dalam laporan terbaru, Rismon dijerat Pasal 391 dan 392 juncto 272 KUHP Baru terkait penggunaan gelar akademik palsu, serta Pasal 69 ayat 1 UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Menanggapi tudingan itu, Rismon menyatakan menghormati hak hukum para pelapor dan siap mengikuti proses yang berjalan. Ia juga mengingatkan akan mengambil langkah hukum balik apabila tuduhan tersebut tidak terbukti.

Sorotan terhadap ijazah Rismon bermula dari penelusuran Rony Teguh, peneliti sistem informasi di Jepang, yang mengaku tidak menemukan tesis Rismon di arsip Yamaguchi University. Ia menyatakan telah melakukan pengecekan berlapis hingga tingkat fakultas dan departemen, namun tidak menemukan nama yang dimaksud. Rony hanya menemukan satu prosiding tahun 2006 dengan Rismon tercatat sebagai penulis keempat.

Keanehan lain diungkap pakar digital forensik Josua Sinambela. Ia membandingkan ijazah yang ditunjukkan Rismon dengan dokumen milik alumnus Yamaguchi University. Perbedaan terlihat pada warna kertas, jumlah stempel, penggunaan huruf kanji, hingga keberadaan tanda tangan. Menurutnya, ijazah asli mencantumkan bidang ilmu dan memiliki tata letak huruf yang rapi serta simetris.

Josua juga menyoroti nama rektor yang tercantum. Ia menyebut pada Maret 2006 jabatan rektor telah berganti, sehingga nama yang tertulis dinilai janggal. Meski tak secara eksplisit menyebut palsu, ia menegaskan perbedaan tersebut sangat mencolok dan menyebut publik dapat menilai sendiri keaslian dokumen yang dipersoalkan.

_____________

Punya Kabar Menarik?

Bagikan di LiputanSembilan.com GRATIS! 🚀

Langsung tulis dan kirim tanpa login atau buat akun.


Apakah di sekitar kamu ada prestasi membanggakan, kisah inspiratif, atau acara penting yang jarang terliput media? Atau ingin mempromosikan produk dan jasa secara luas?


💡 LiputanSembilan.com membuka kesempatan bagi siapa saja untuk mengirimkan berita secara GRATIS!

✅ Berita tentang prestasi lokal, kisah unik, atau kejadian penting di komunitas Anda
✅ Promosi barang atau jasa untuk menjangkau lebih banyak orang

📢 Jangan lewatkan kesempatan ini! Kirim berita kamu sekarang dan jadilah bagian dari LiputanSembilan.com!


Kirim Berita