Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah tokoh nasional di kediamannya di Kertanegara, Jakarta Selatan, pada Jumat sore hingga malam hari, mulai memunculkan berbagai tafsir politik. Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu yang turut hadir, membocorkan suasana dan isi diskusi yang disebut berlangsung intens, panjang, dan menyentuh isu-isu sensitif.
Menurut Said, pertemuan dimulai sekitar pukul 17.00 WIB dan baru berakhir mendekati pukul 20.45 WIB. Dalam forum tertutup itu, Prabowo tidak sekadar menjadi tuan rumah, tetapi turun langsung mempresentasikan pandangan dan arah kebijakan strategis yang ingin ditempuh pemerintahannya. Meski didampingi sekitar sepuluh staf kepercayaan, Prabowo disebut mengambil alih penjelasan utama tanpa perantara.
Diskusi digambarkan berjalan dinamis. Para peserta diberi ruang menyampaikan pandangan, sementara Prabowo dinilai aktif mendengar sekaligus menanggapi berbagai masukan. Isu-isu yang dibahas tidak ringan. Reformasi di tubuh Polri menjadi salah satu topik yang mencuat, begitu pula persoalan global seperti konflik Gaza yang dikaitkan dengan peran dan sikap Indonesia di tingkat internasional. Said menilai keterbukaan ini sebagai sinyal bahwa Prabowo tidak menutup diri terhadap kritik maupun gagasan yang berbeda.
Selain isu keamanan dan politik global, pembahasan juga menyentuh agenda besar pengembalian kedaulatan negara dan rakyat. Pemberantasan korupsi, pengelolaan sumber daya alam, serta pembenahan tata kelola kekuasaan disebut menjadi benang merah diskusi. Dari pertemuan tersebut, para peserta disebut sepakat bahwa program-program strategis yang menyentuh langsung kepentingan rakyat harus ditempatkan sebagai prioritas utama.
Di tengah beredarnya spekulasi, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menepis anggapan bahwa pertemuan tersebut melibatkan kelompok oposisi. Ia menegaskan bahwa Prabowo hanya berdialog dengan tokoh-tokoh masyarakat untuk bertukar pikiran mengenai arah kebijakan nasional. Menurutnya, Presiden terbuka menerima masukan dari siapa pun selama bertujuan untuk kepentingan bangsa.
Prasetyo juga mengungkapkan sejumlah nama yang hadir dalam pertemuan tersebut, mulai dari peneliti politik, mantan pejabat kepolisian, hingga tokoh antikorupsi. Diskusi yang terjadi disebut mencakup berbagai isu, mulai dari kepemiluan, penegakan hukum, hingga evaluasi kebijakan publik.
Meski disebut sebagai forum dialog, pertemuan tertutup ini tetap memantik rasa penasaran publik. Banyak pihak bertanya-tanya, apakah diskusi panjang itu sekadar tukar pikiran, atau justru menjadi sinyal awal arah politik dan kebijakan besar yang tengah disiapkan Prabowo.
_____________
liputansembilan