Tipu Polisi Demi Drainase Bersih, Aksi Perempuan India Ini Bikin Heboh
Ads
scroll to continue with content

Menu Atas

Header Menu

HEADLINES
.....

Tipu Polisi Demi Drainase Bersih, Aksi Perempuan India Ini Bikin Heboh

Rabu, 04 Februari 2026

Ads

Gambar Berita

Sebuah peristiwa tak biasa di India mendadak jadi perbincangan hangat setelah terungkap bahwa aparat kepolisian dan tim kota "dikerjai" selama berjam-jam oleh laporan palsu. Seorang perempuan di Kota Meerut, Uttar Pradesh, dilaporkan sengaja mengarang cerita demi satu tujuan yang tak terduga: memaksa pemerintah membersihkan saluran drainase yang lama terbengkalai.

Kisah ini bermula ketika perempuan tersebut melapor ke polisi bahwa seseorang terjatuh ke dalam drainase terbuka di lingkungannya. Laporan itu langsung memicu respons cepat. Polisi bersama tim penyelamat dan petugas kota dikerahkan ke lokasi, mengingat kondisi drainase yang kotor dan berbahaya dianggap mengancam nyawa.

Operasi pencarian pun berlangsung serius. Selama kurang lebih tiga jam, aparat menyisir drainase yang penuh lumpur, sampah, dan air hitam pekat. Alat berat diturunkan, saluran air dikuras, dan endapan kotoran dibersihkan secara menyeluruh. Warga sekitar ikut menyaksikan proses yang tak biasa itu, sebagian merekam dan menyebarkannya ke media sosial.

Namun setelah berjam-jam pencarian, tidak satu pun korban ditemukan. Tidak ada tanda-tanda seseorang terjatuh, apalagi terjebak di dalam saluran tersebut. Dari sinilah kejanggalan mulai tercium. Aparat kemudian melakukan penelusuran lebih lanjut terhadap laporan awal yang masuk.

Hasil pemeriksaan sementara mengungkap fakta mengejutkan. Laporan tersebut diduga kuat sengaja dibuat palsu. Tujuan sebenarnya bukan untuk meminta pertolongan darurat, melainkan memaksa otoritas turun tangan membersihkan drainase yang selama ini dibiarkan kotor dan tersumbat. Cara ekstrem ini disebut dipilih karena berbagai keluhan warga sebelumnya tidak pernah ditanggapi.

Kasus ini langsung memantik perdebatan publik. Di satu sisi, banyak warganet menertawakan kecerdikan sang pelapor yang dianggap "berhasil menipu sistem" demi lingkungan yang lebih bersih. Sebagian bahkan menyebutnya sebagai bentuk protes kreatif atas kelalaian pemerintah daerah. Namun di sisi lain, tak sedikit yang mengecam tindakan tersebut karena dinilai menyalahgunakan layanan darurat dan membuang sumber daya publik.

Pihak berwenang kini tengah mengkaji langkah hukum yang akan diambil. Perempuan tersebut berpotensi dikenai sanksi atas laporan palsu, pemborosan anggaran, serta menyesatkan tim penyelamat. Meski begitu, muncul pula tekanan moral terhadap pemerintah setempat untuk menjawab pertanyaan yang tak kalah penting: mengapa drainase itu baru dibersihkan setelah ada laporan darurat palsu?

Peristiwa ini menjadi cermin unik tentang hubungan warga dan birokrasi. Di balik kelucuan dan kontroversinya, terselip kritik tajam soal pelayanan publik yang sering kali baru bergerak saat situasi dianggap genting, meski masalahnya sudah lama ada di depan mata.

_____________

Punya Kabar Menarik?

Bagikan di LiputanSembilan.com GRATIS! 🚀

Langsung tulis dan kirim tanpa login atau buat akun.


Apakah di sekitar kamu ada prestasi membanggakan, kisah inspiratif, atau acara penting yang jarang terliput media? Atau ingin mempromosikan produk dan jasa secara luas?


💡 LiputanSembilan.com membuka kesempatan bagi siapa saja untuk mengirimkan berita secara GRATIS!

✅ Berita tentang prestasi lokal, kisah unik, atau kejadian penting di komunitas Anda
✅ Promosi barang atau jasa untuk menjangkau lebih banyak orang

📢 Jangan lewatkan kesempatan ini! Kirim berita kamu sekarang dan jadilah bagian dari LiputanSembilan.com!


Kirim Berita