Viral! Rumah Limasan di Grobogan Dibelah Dua Demi Gono-Gini
Ads
scroll to continue with content

Menu Atas

Header Menu

HEADLINES
.....

Viral! Rumah Limasan di Grobogan Dibelah Dua Demi Gono-Gini

Sabtu, 14 Februari 2026

Ads

Gambar Berita

Proses pembagian harta gono-gini di Desa Mlowokarangtalun, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, mendadak viral setelah sebuah rumah kayu berbentuk limasan khas Jawa dibongkar dan dibagi dua secara fisik. Peristiwa yang terjadi pada Jumat, 13 Februari 2026 itu langsung menyedot perhatian warganet karena cara pembagian yang dinilai tak biasa dan terkesan ekstrem.

Dalam video yang beredar, sejumlah pekerja terlihat menurunkan genting satu per satu dari atap rumah. Struktur bangunan kayu tersebut kemudian dipisahkan menjadi dua bagian agar masing-masing pihak mendapatkan porsi yang dianggap setara. Tak hanya bangunan utama, perabotan rumah tangga pun ikut dibagi secara harfiah.

Salah satu momen yang paling menyita perhatian adalah ketika seorang pria tampak menggunakan gergaji mesin untuk membelah meja kayu menjadi dua bagian. Aksi itu dilakukan agar meja tersebut bisa dibagi secara adil antara mantan pasangan suami istri yang tengah menyelesaikan urusan harta bersama pasca perpisahan mereka.

Langkah drastis tersebut diduga merupakan hasil kesepakatan kedua belah pihak dalam proses pembagian aset. Namun, di balik keputusan itu, tersimpan cerita alotnya mediasi yang sudah dilakukan sebelumnya. Penjabat Kepala Desa Mlowokarangtalun, Wahyu Hudiyono, membenarkan peristiwa tersebut saat dikonfirmasi. Ia menyebut pemerintah desa sebenarnya telah berupaya memediasi dan memberi nasihat, tetapi kedua pihak tetap bersikukuh pada pendirian masing-masing.

Menurut keterangan pihak desa, pembongkaran dan pembagian rumah dilakukan pada hari itu juga setelah upaya mediasi tidak membuahkan titik temu. Keputusan membelah rumah secara fisik disebut sebagai jalan tengah agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan.

Peristiwa ini pun langsung memicu reaksi beragam di media sosial, khususnya di platform X. Sebagian warganet menyebut langkah tersebut sebagai bentuk keadilan yang unik dan tegas, sementara lainnya menilai cara itu terlalu emosional dan mencerminkan sulitnya melepaskan ego setelah hubungan berakhir.

Ada pula yang menyoroti nilai historis rumah limasan khas Jawa yang terpaksa kehilangan bentuk aslinya akibat konflik rumah tangga. Bagi sebagian warga, pembelahan rumah bukan hanya soal aset, tetapi juga simbol retaknya hubungan dan hilangnya kenangan yang pernah dibangun bersama.

Kasus ini menjadi perbincangan luas karena memperlihatkan bagaimana sengketa harta bersama bisa berujung pada tindakan yang tak biasa. Publik pun terus bertanya-tanya, apakah pembagian dengan cara ekstrem seperti ini benar-benar menyelesaikan masalah, atau justru menyisakan luka baru yang lebih dalam.

_____________

Punya Kabar Menarik?

Bagikan di LiputanSembilan.com GRATIS! 🚀

Langsung tulis dan kirim tanpa login atau buat akun.


Apakah di sekitar kamu ada prestasi membanggakan, kisah inspiratif, atau acara penting yang jarang terliput media? Atau ingin mempromosikan produk dan jasa secara luas?


💡 LiputanSembilan.com membuka kesempatan bagi siapa saja untuk mengirimkan berita secara GRATIS!

✅ Berita tentang prestasi lokal, kisah unik, atau kejadian penting di komunitas Anda
✅ Promosi barang atau jasa untuk menjangkau lebih banyak orang

📢 Jangan lewatkan kesempatan ini! Kirim berita kamu sekarang dan jadilah bagian dari LiputanSembilan.com!


Kirim Berita