Arab dan Mesir Tumbuh Ateisme, Sementara Islam Berkembang di Jepang
Ads
scroll to continue with content

Menu Atas

Header Menu

HEADLINES
.....

Arab dan Mesir Tumbuh Ateisme, Sementara Islam Berkembang di Jepang

Minggu, 16 April 2023

Ads


Ateisme adalah suatu keyakinan atau pandangan bahwa tidak ada keberadaan Tuhan atau Dewa-dewa. Meskipun agama Islam adalah agama mayoritas di kawasan Arab dan Mesir, tetapi terdapat sejumlah kecil orang yang mengaku sebagai ateis. Di sisi lain, meskipun Jepang memiliki sejarah panjang dengan tradisi agama Shinto dan Buddha, namun seiring perkembangan zaman, Islam juga mulai berkembang di Jepang.

Di Arab dan Mesir, ateisme mulai muncul pada awal abad ke-20 dan semakin berkembang di era modern. Beberapa faktor yang menyebabkan tumbuhnya ateisme di kawasan ini adalah globalisasi, pendidikan, dan teknologi. Orang-orang yang terpapar dengan budaya Barat melalui media sosial atau internet, seringkali memiliki pandangan yang berbeda dengan tradisi keagamaan mereka. Selain itu, perkembangan pendidikan dan literasi juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berpikir kritis dan mengeksplorasi pandangan-pandangan yang berbeda.

Namun, di kawasan Arab dan Mesir, ateisme tetap dianggap sebagai tabu dan dilarang secara hukum. Pemerintah di negara-negara ini seringkali mengeluarkan undang-undang yang membatasi kebebasan berbicara dan berpikir mengenai agama. Hal ini menimbulkan ketegangan antara masyarakat yang mendukung kebebasan berpikir dan kebebasan berekspresi, dengan pemerintah yang ingin mempertahankan tradisi keagamaan dan konservatisme.

Di sisi lain, di Jepang, agama Islam mulai berkembang sejak awal abad ke-20. Islam pertama kali diperkenalkan ke Jepang melalui para imigran dari Timur Tengah dan Asia Selatan. Pada awalnya, jumlah penganut Islam di Jepang sangat sedikit. Namun, seiring dengan perkembangan perdagangan dan pariwisata, jumlah penganut Islam di Jepang semakin bertambah.

Pemerintah Jepang mendukung kebebasan beragama dan tidak ada undang-undang yang melarang orang untuk mengikuti agama tertentu. Oleh karena itu, penganut Islam di Jepang tidak mengalami diskriminasi dan dapat menjalankan kegiatan keagamaan mereka secara bebas.

Meskipun begitu, masyarakat Jepang pada umumnya masih lebih memilih untuk mengikuti tradisi agama mereka, seperti agama Shinto dan Buddha. Namun, terdapat juga sejumlah kecil orang yang tertarik untuk mempelajari Islam dan memutuskan untuk menjadi penganutnya.

Ateisme dan agama Islam memiliki perkembangan yang berbeda di kawasan Arab dan Mesir, serta di Jepang. Ateisme tumbuh di kawasan yang mayoritas dihuni oleh umat Islam, sementara Islam berkembang di negara yang mayoritas menganut agama Buddha dan Shinto.

_____________

Punya Kabar Menarik?

Bagikan di LiputanSembilan.com GRATIS! 🚀

Langsung tulis dan kirim tanpa login atau buat akun.


Apakah di sekitar kamu ada prestasi membanggakan, kisah inspiratif, atau acara penting yang jarang terliput media? Atau ingin mempromosikan produk dan jasa secara luas?


💡 LiputanSembilan.com membuka kesempatan bagi siapa saja untuk mengirimkan berita secara GRATIS!

✅ Berita tentang prestasi lokal, kisah unik, atau kejadian penting di komunitas Anda
✅ Promosi barang atau jasa untuk menjangkau lebih banyak orang

📢 Jangan lewatkan kesempatan ini! Kirim berita kamu sekarang dan jadilah bagian dari LiputanSembilan.com!


Kirim Berita