Ekspedisi yang dimulai sejak akhir Februari ini bertujuan untuk mencapai puncak tertinggi di Indonesia, yakni Puncak Carstensz Pyramid yang berada di ketinggian 4.884 meter di atas permukaan laut. Sayangnya, kondisi ekstrem di ketinggian tersebut membawa dampak serius bagi beberapa anggota tim.
Menurut informasi yang dihimpun, dua pendaki yang meninggal dunia mengalami gejala AMS yang parah, termasuk sesak napas, sakit kepala hebat, dan kebingungan. Tim medis yang ikut serta dalam ekspedisi sudah memberikan pertolongan pertama, namun nyawa kedua pendaki tersebut tidak tertolong.
Fiersa Besari sendiri diketahui dalam kondisi baik dan sudah dievakuasi bersama anggota tim lainnya. Dalam sebuah unggahan di media sosialnya, Fiersa mengungkapkan rasa duka yang mendalam atas kepergian kedua rekan pendakinya dan berharap keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan.
Pihak penyelenggara ekspedisi menyampaikan bahwa seluruh prosedur keselamatan telah dijalankan sesuai standar, namun risiko pendakian gunung dengan ketinggian ekstrem selalu ada. Mereka juga berjanji akan melakukan evaluasi mendalam terkait kejadian ini.
Fiersa Besari, yang sebelumnya sempat mengumumkan rehat dari dunia musik pada awal 2025, memang dikenal memiliki minat besar pada kegiatan alam bebas, termasuk mendaki gunung. Ekspedisi ini menjadi salah satu perjalanannya dalam menikmati masa jeda dari aktivitas bermusik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi lebih lanjut mengenai rencana Fiersa pasca-ekspedisi. Para penggemarnya berharap sang musisi tetap dalam kondisi sehat dan kembali berkarya ketika ia merasa siap.
_____________