Hubungan Jokowi-Megawati Memanas Gara-gara Skandal Judol?
Ads
scroll to continue with content

Menu Atas

Header Menu

HEADLINES
.....

Hubungan Jokowi-Megawati Memanas Gara-gara Skandal Judol?

Senin, 26 Mei 2025

Ads

Drama politik nasional kembali menghangat usai mencuatnya dugaan keterlibatan Menteri Koperasi dan UKM, Budi Arie Setiadi, dalam skandal judi online. Tak cuma soal dugaan permintaan "jatah", kasus ini juga berpotensi membuat hubungan antara Presiden Jokowi dan Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri, kembali memanas.

Pengamat politik dari Archy Strategy, Radis Hadi, menilai bahwa konflik di level elite ini bisa memicu saling kunci kekuatan politik. Menurutnya, jika kasus ini terus didalami dan nama-nama penting ikut terseret, bukan tak mungkin keretakan antara Presiden ke-7 dan Presiden ke-5 RI menjadi tak terhindarkan.

"Kalau hubungan Pak Jokowi dan Ibu Mega kembali memanas, akan ada efek politik yang luas. Bisa jadi mereka saling tahan posisi," kata Radis dalam wawancara Sabtu, 24 Mei 2025.

Menanti Hasil Pemeriksaan Budi Arie
Terkait apakah Budi Arie benar-benar terlibat atau sekadar dikambinghitamkan, Radis menyarankan publik bersabar dan menunggu hasil pemeriksaan resmi. "Harus ada pembuktian dulu, kita masih tunggu hasil lengkap dari proses hukum," ujarnya.

Polemik ini makin panas setelah muncul unggahan suara yang disebut-sebut milik Budi Arie. Dalam rekaman itu, terdengar suara yang menyebut nama PDIP sebagai dalang dari dugaan permintaan jatah 50 persen dari situs judi online.

Rekaman tersebut pertama kali diposting oleh akun @Ary\_PrasKe2, lalu direpost oleh politikus PDIP, Guntur Romli, di platform X (dulu Twitter). Guntur mengingatkan agar Budi berhati-hati dalam melontarkan tuduhan. "Kalau benar ini suara Budi Arie, dia bisa kena batunya. Fitnah balik menyerang penuduh," tulis Guntur.

Budi Arie: Saya Diframing oleh PDIP
Dalam rekaman yang viral itu, Budi Arie terdengar tegas membantah permintaan jatah. Ia malah balik menuduh bahwa tekanan terhadap terdakwa Zulkarnaen Apriliantony (alias Tony) datang dari pihak PDIP. "Tony ditekan sama PDIP. Saya diframing. Itu otaknya PDIP," kata suara yang disebut-sebut milik Budi.

Ia menyebut media turut andil dalam narasi yang menyudutkannya. "Jangan mau ikut orkestrasi mereka. Ini ujung-ujungnya PDIP semua," tegasnya. Budi bahkan mengklaim sedang mengumpulkan bukti-bukti kuat untuk membuktikan framing tersebut. Ia juga mengatakan sedang memetakan media yang ia anggap "kawan" dan "lawan."

Pernyataan ini tentu langsung menuai kontroversi, mengingat posisi Budi Arie sebagai menteri di pemerintahan Jokowi yang selama ini disebut punya sejarah politik panjang bersama Megawati Soekarnoputri.

Reaksi PDIP dan Riwayat Keterkaitan
Tak lama setelah rekaman viral, sejumlah kader PDIP mulai angkat suara. Guntur Romli salah satunya, yang menilai bahwa tudingan Budi tak berdasar dan berbahaya. Di sisi lain, publik mulai menyoroti informasi bahwa terdakwa Tony alias Zulkarnaen merupakan bagian dari struktur Tim Pemenangan PDIP pada Pilkada 2024.

Hal ini diungkapkan oleh Teuku Afriadi dari Paguyuban Masyarakat Anti Fitnah dan Hoaks. Ia menunjukkan dokumen Surat Keputusan DPP PDIP Nomor: 942/KPTS/DPP/V/2024 yang mencantumkan nama Tony dalam struktur tim kampanye. SK ini ditandatangani oleh Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, dan terbit pada 18 Mei 2024.

Tak hanya Tony, terdakwa lain yakni Alwin Jabarti Kiemas disebut-sebut sebagai keponakan dari mendiang Taufik Kiemas, suami dari Megawati. Dengan munculnya dua nama ini, banyak pihak mulai berspekulasi bahwa memang ada kaitan antara aktor-aktor kasus judi online dan lingkungan PDIP.

Sikap Bungkam Budi Arie di Depan KPK
Pada 21 Mei 2025, Budi Arie sempat menjalani audiensi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Merah Putih. Namun ketika dicecar pertanyaan oleh awak media mengenai keterlibatannya dalam skandal judol, Budi lebih banyak diam. Ia hanya menjawab singkat, "Gusti Allah mboten sare, Tuhan tidak tidur," sambil berlalu.

Pernyataan itu bisa ditafsirkan sebagai sindiran, pembelaan, atau bahkan peringatan. Namun saat ditanya ulang mengenai tuduhannya terhadap PDIP sebagai dalang framing, Budi memilih bungkam. Hanya isyarat tangan dan ekspresi wajah datar yang ditunjukkan.

Pertarungan Politik atau Skandal Murni?
Munculnya nama Budi Arie dan tudingan terhadap PDIP dalam kasus ini menyulut pertanyaan besar: Apakah ini murni kasus korupsi dalam jaringan judi online, ataukah ada pertarungan politik besar di balik layar?

Relasi Jokowi dan Megawati memang sempat retak pasca Pilpres 2024, terutama setelah Jokowi dinilai "bergeser" dari PDIP dan lebih dekat dengan partai-partai di luar orbit Megawati. Jika kini muncul kasus besar yang menyeret loyalis Jokowi dan memancing reaksi keras dari kader PDIP, publik bisa menilai ini sebagai babak lanjutan dari konflik internal elite nasional.

PDIP Harus Klarifikasi atau Tindak Tegas?
Di sisi lain, jika benar ada keterlibatan kader atau struktur PDIP dalam pusaran kasus ini, tentu partai berlambang banteng harus bertanggung jawab. Klarifikasi terbuka atau bahkan tindakan tegas perlu diambil agar citra partai tidak makin tercoreng.

Menariknya, hingga saat ini PDIP belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai tuduhan Budi Arie secara langsung. Apakah karena partai menilai tudingan itu tidak berdasar, atau sedang menyiapkan langkah hukum, belum bisa dipastikan.

Arah Politik Nasional di Tengah Skandal
Kasus ini jelas akan berdampak pada arah politik nasional, apalagi jika benar terbukti ada keterlibatan tokoh-tokoh besar atau struktur partai besar. Hubungan Jokowi-Megawati yang sudah renggang bisa makin menjauh, sementara publik akan terus menyoroti kredibilitas para pemimpin.

Bisa jadi ini awal dari pergeseran koalisi, reposisi kekuasaan, atau bahkan pembentukan aliansi politik baru. Skandal judi online ini lebih dari sekadar kasus hukum biasa—ia bisa menjadi katalis perubahan politik nasional.

_____________

Punya Kabar Menarik?

Bagikan di LiputanSembilan.com GRATIS! 🚀

Langsung tulis dan kirim tanpa login atau buat akun.


Apakah di sekitar kamu ada prestasi membanggakan, kisah inspiratif, atau acara penting yang jarang terliput media? Atau ingin mempromosikan produk dan jasa secara luas?


💡 LiputanSembilan.com membuka kesempatan bagi siapa saja untuk mengirimkan berita secara GRATIS!

✅ Berita tentang prestasi lokal, kisah unik, atau kejadian penting di komunitas Anda
✅ Promosi barang atau jasa untuk menjangkau lebih banyak orang

📢 Jangan lewatkan kesempatan ini! Kirim berita kamu sekarang dan jadilah bagian dari LiputanSembilan.com!


Kirim Berita