Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali menegaskan pentingnya peran ulama dalam menjaga persatuan dan harmoni sosial di tengah masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum internal organisasi yang membahas tantangan kebangsaan serta dinamika sosial keagamaan yang terus berkembang.
Menurut Rais Aam PBNU, ulama memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi penyejuk di tengah perbedaan pandangan yang wajar terjadi dalam masyarakat majemuk. Sikap moderat, dialogis, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama dinilai menjadi kunci agar perbedaan tidak berkembang menjadi konflik. Dalam konteks ini, nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil alamin terus ditekankan.
PBNU menilai tantangan keumatan saat ini tidak hanya berkaitan dengan persoalan keagamaan, tetapi juga isu sosial, ekonomi, dan kebangsaan. Oleh karena itu, ulama diharapkan mampu memberikan panduan yang relevan dengan kondisi zaman, tanpa kehilangan akar tradisi dan nilai keilmuan. Pendekatan yang bijak dan argumentatif dinilai lebih efektif dalam membangun kesadaran masyarakat.
Selain itu, Rais Aam PBNU juga menyoroti peran organisasi keagamaan dalam merawat persatuan nasional. NU sebagai organisasi besar memiliki basis massa yang luas, sehingga setiap sikap dan pernyataan para tokohnya memiliki dampak signifikan. Konsistensi dalam menjaga narasi persatuan menjadi hal yang terus diingatkan.
Dalam pandangan PBNU, kolaborasi antara ulama, pemerintah, dan elemen masyarakat lainnya perlu terus diperkuat. Sinergi tersebut dinilai penting untuk menghadapi berbagai persoalan bersama, mulai dari pendidikan, kesejahteraan, hingga penguatan nilai kebangsaan. Dengan peran aktif ulama, diharapkan masyarakat dapat terus hidup berdampingan secara damai dan saling menghormati.
_____________
liputansembilan