Apple dikabarkan telah mengakuisisi sebuah perusahaan rintisan kecerdasan buatan asal Israel bernama Qai, sebuah startup yang selama ini bergerak di teknologi pembacaan gerakan wajah dan interpretasi komunikasi tanpa suara. Teknologi ini diklaim mampu membaca pergerakan mikro pada wajah manusia, termasuk bibir, otot, dan ekspresi halus, lalu menerjemahkannya menjadi makna atau perintah tertentu tanpa perlu suara sama sekali. Akuisisi ini langsung memicu perbincangan luas, bukan hanya di kalangan pengamat teknologi, tetapi juga di media sosial yang penuh spekulasi.
Qai dikenal mengembangkan sistem AI yang berfokus pada silent communication, sebuah pendekatan yang memungkinkan interaksi manusia dan perangkat terjadi hanya lewat ekspresi wajah. Teknologi tersebut sebelumnya diposisikan untuk membantu penyandang disabilitas, khususnya mereka yang memiliki keterbatasan berbicara. Namun, setelah diakuisisi oleh Apple, arah pemanfaatannya mulai menjadi tanda tanya besar. Banyak pihak menduga teknologi ini akan disematkan ke ekosistem perangkat Apple, mulai dari iPhone, iPad, hingga perangkat wearable seperti Vision Pro.
Spekulasi semakin liar ketika pengguna media sosial mengaitkan teknologi ini dengan potensi pengawasan tingkat lanjut. Kemampuan membaca gerakan wajah secara detail dianggap membuka peluang baru, bukan hanya untuk inovasi, tetapi juga untuk kontrol dan pengumpulan data yang jauh lebih personal. Beberapa warganet mempertanyakan, apakah di masa depan perangkat Apple bisa "mengerti" apa yang dipikirkan penggunanya hanya dari ekspresi wajah, bahkan sebelum sebuah perintah diucapkan.
Konteks asal-usul Qai sebagai startup Israel turut memperkeruh diskusi. Di kolom komentar, muncul respons sinis dan curiga yang mempertanyakan keamanan data serta motif di balik akuisisi tersebut. Kekhawatiran soal privasi, kerja sama teknologi, hingga potensi penyalahgunaan AI kembali mencuat, terutama di tengah meningkatnya sensitivitas global terhadap isu pengawasan digital dan geopolitik.
Di sisi lain, Apple dikenal jarang mengumumkan detail akuisisi startup kecil secara terbuka. Langkah ini dianggap sebagai bagian dari strategi senyap Apple dalam memperkuat kemampuan AI mereka, terutama menjelang era komputasi spasial dan interaksi tanpa sentuhan. Jika benar teknologi Qai akan diintegrasikan, maka Apple berpotensi melangkah lebih jauh dari sekadar perintah suara Siri, menuju sistem yang membaca ekspresi pengguna secara real time.
Namun hingga kini, Apple belum memberikan penjelasan resmi mengenai nilai akuisisi, rencana integrasi, maupun batasan penggunaan teknologi tersebut. Ketertutupan inilah yang justru memicu lebih banyak spekulasi, gosip, dan teori liar. Di tengah janji inovasi dan bayang-bayang kekhawatiran privasi, akuisisi Qai oleh Apple kini menjadi topik panas yang terus dipantau, bukan karena apa yang sudah diumumkan, tetapi justru karena apa yang masih disembunyikan.
_____________
liputansembilan