Ahmad Sahroni resmi kembali menduduki kursi Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi NasDem dalam rapat pleno pelantikan pimpinan Komisi III DPR RI yang digelar Kamis, 19 Februari. Penetapan itu dilakukan setelah Rusdi Masse mengundurkan diri dari Partai NasDem.
Dalam forum rapat, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta persetujuan anggota Komisi III terkait penunjukan Sahroni sebagai pengganti. Pertanyaan tersebut langsung dijawab serempak dengan persetujuan peserta rapat, menandai kembalinya Sahroni ke posisi strategis di komisi yang membidangi hukum, HAM, dan keamanan tersebut.
Sahroni sejatinya bukan wajah baru di kursi pimpinan Komisi III. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III sebelum akhirnya dicopot pada Agustus tahun lalu. Pencopotan itu terjadi setelah sejumlah pernyataannya terkait aksi demonstrasi di DPR viral dan menuai kontroversi publik. Tak lama berselang, ia dipindahkan menjadi anggota Komisi I DPR RI.
Posisi yang ditinggalkannya kala itu kemudian diisi oleh Rusdi Masse Mappasessu. Namun dinamika politik kembali berubah. Rusdi memutuskan mundur dari Partai NasDem dan belakangan bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia. Kepindahan tersebut diumumkan dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 29 Januari lalu.
Kursi Wakil Ketua Komisi III yang kosong akibat hengkangnya Rusdi pun kembali menjadi milik Sahroni. Kembalinya politisi NasDem itu dinilai sebagai langkah konsolidasi internal fraksi di tengah dinamika politik parlemen yang terus bergerak.
Penunjukan ini sekaligus menandai babak baru perjalanan Sahroni di Komisi III setelah sebelumnya sempat tersingkir dari kursi pimpinan. Publik pun menyoroti apakah kembalinya Sahroni akan membawa perubahan gaya komunikasi maupun sikap politiknya, mengingat pengalaman kontroversi yang pernah terjadi.
Dengan komposisi pimpinan yang kembali diisi nama lama, Komisi III DPR RI kini menghadapi tantangan agenda legislasi dan pengawasan yang semakin kompleks, mulai dari isu penegakan hukum hingga reformasi kelembagaan. Sorotan terhadap Sahroni dipastikan belum akan mereda, terlebih riwayat dinamika politik yang mengiringi posisinya kali ini masih segar dalam ingatan publik.
_____________
liputansembilan