Sebuah video yang beredar di media sosial memicu perbincangan setelah memperlihatkan mobil program Makan Bergizi Gratis (MBG) bertuliskan TNI AU datang ke sekolah saat para siswa PAUD dan TK sudah pulang. Akibatnya, pihak sekolah menolak menerima makanan yang diantar karena tak lagi bisa dibagikan kepada murid.
Unggahan akun @indonesian.core menyebut program MBG kembali menjadi sorotan lantaran distribusi dinilai tidak tepat waktu. Dalam keterangannya, akun tersebut menyebut keterlambatan pengiriman bukan satu-satunya alasan penolakan. Disebutkan pula adanya akumulasi kekecewaan dari pihak sekolah terhadap kualitas menu sebelumnya sehingga memicu evaluasi lebih lanjut.
Narasi dalam unggahan itu menyoroti pentingnya pembenahan dalam sistem distribusi dan mutu makanan agar tujuan program benar-benar tercapai. Video tersebut dengan cepat menyebar dan menuai beragam respons warganet, mulai dari kritik terhadap manajemen waktu hingga dorongan agar dilakukan evaluasi menyeluruh.
Menanggapi viralnya video tersebut, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara, Marsekal Pertama Nyoman Suadnyana, membenarkan peristiwa itu terjadi di Pontianak, Kalimantan Barat. Ia menyatakan kasus tersebut sudah ditangani oleh pihak terkait di daerah.
Menurut Nyoman, Ketua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat bersama Koordinator Wilayah Kunu Raya telah menindaklanjuti persoalan tersebut. Ia memastikan permasalahan sudah diselesaikan, meskipun tidak merinci waktu pasti kejadian berlangsung.
Insiden ini kembali menyoroti tantangan pelaksanaan program distribusi makanan gratis, khususnya dalam hal ketepatan waktu dan konsistensi kualitas menu. Program yang ditujukan untuk mendukung pemenuhan gizi anak-anak usia dini tersebut diharapkan berjalan efektif tanpa kendala teknis yang berulang.
Meski telah dinyatakan selesai, video yang terlanjur viral membuat publik menuntut transparansi serta perbaikan sistem agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.
_____________
liputansembilan