Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) mengumumkan penundaan pengangkatan calon aparatur sipil negara (CASN) yang telah lulus seleksi pada rekrutmen tahun 2024. Keputusan ini menyisakan ketidakpastian bagi ribuan pelamar yang telah menantikan kesempatan untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Bahkan, banyak dari mereka yang terpaksa mencari cara untuk bertahan hidup, dengan beberapa pelamar mengungkapkan bahwa mereka harus meminjam uang dari tetangga demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Bagi sejumlah pelamar, penundaan ini bukan hanya soal menunggu lebih lama untuk mendapatkan pekerjaan, tetapi juga tentang bertahan hidup dalam kondisi yang semakin sulit. Salah satunya adalah Deni (28), seorang pelamar dari Jakarta yang telah mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai kasir di sebuah supermarket, dengan harapan bisa diterima sebagai PPPK. "Saya sudah mengundurkan diri beberapa bulan lalu dan berharap bisa diterima sebagai PPPK, tapi sekarang saya harus menunggu hingga Maret 2026. Sementara itu, saya belum dapat pekerjaan lain, dan uang saya mulai menipis. Saya bahkan terpaksa meminjam uang dari tetangga untuk bertahan," ujar Deni dengan nada pesimis.
Deni bukan satu-satunya yang merasakan dampak dari penundaan ini. Banyak pelamar lain yang berada dalam situasi serupa, terjebak dalam ketidakpastian yang berkepanjangan. Pengumuman penundaan ini semakin mempersulit mereka yang sebelumnya telah berkomitmen untuk meninggalkan pekerjaan mereka demi mengikuti seleksi CASN, dengan harapan mendapatkan kestabilan pekerjaan di sektor publik.
KemenPAN-RB sendiri menjelaskan bahwa penundaan ini disebabkan oleh sejumlah faktor, termasuk permintaan pemerintah daerah untuk menyesuaikan penempatan ASN dengan prioritas pembangunan lokal. Meski demikian, pelamar yang telah lulus seleksi tetap akan diangkat sebagai ASN, meski pengangkatan akan ditunda hingga 2025 atau 2026, tergantung status mereka sebagai PPPK atau CPNS.
Penyataan dari Menteri PAN-RB, Rini Widyantini, menggarisbawahi bahwa keputusan ini tidak berkaitan dengan efisiensi anggaran, melainkan dengan penataan ASN yang belum selesai dan ketidaksesuaian formasi yang diajukan oleh beberapa instansi.
Sementara itu, bagi para pelamar yang telah kehilangan pekerjaan dan menghadapi masa depan yang tidak pasti, pengumuman ini menambah beban hidup yang semakin berat. "Tidak ada yang bisa dijanjikan, saya hanya berharap ini segera selesai," tambah Deni, yang kini berharap penundaan ini segera berakhir dan memberikan kepastian baginya dan ribuan pelamar lainnya.
_____________