Ternyata Orang Super Kaya Indonesia Bukan Yang Rekeningnya BCA Prioritas, Tapi Ada Lagi Yang Diatas Itu
Ads
scroll to continue with content

Menu Atas

Header Menu

HEADLINES
.....

Ternyata Orang Super Kaya Indonesia Bukan Yang Rekeningnya BCA Prioritas, Tapi Ada Lagi Yang Diatas Itu

Kamis, 13 Maret 2025

Ads


Ketimpangan kekayaan di Indonesia kembali menjadi sorotan setelah sebuah unggahan di media sosial X oleh pengguna @vincenttrcrd mengungkap fakta mengejutkan tentang distribusi kekayaan di kalangan elit finansial negara ini. Berdasarkan informasi yang dibagikan Vincent Ricardo, diketahui bahwa hanya segelintir orang kaya yang mendominasi akses ke layanan perbankan eksklusif, sementara mayoritas masyarakat tampaknya masih berjuang dengan keterbatasan ekonomi.

Menurut postingan tersebut, layanan BCA Prioritas, yang menargetkan individu dengan saldo minimal Rp500 juta dan naik hingga Rp1 miliar, memiliki sekitar 180 ribu nasabah. Jika ditambah dengan nasabah bank-bank lain yang menawarkan layanan setara seperti Mandiri Prioritas, BNI Emerald, dan lainnya, total nasabah dengan rekening eksklusif ini diperkirakan mencapai 300 ribu orang. Angka ini menunjukkan bahwa hanya segelintir orang yang mampu memanfaatkan fasilitas perbankan premium tersebut.

Lebih mencengangkan lagi, data yang disebutkan menyoroti bahwa kelompok "super kaya" atau 1% teratas dari 1% teratas (Top 1% of the Top 1%) justru menjadi penguasa sejati di kalangan elit ini. Untuk layanan Mandiri Private dan BCA Solitaire, yang mensyaratkan saldo minimal masing-masing Rp20 miliar dan Rp5 miliar, jumlah nasabahnya ternyata sangat terbatas. BCA Solitaire disebut hanya memiliki sekitar 5.000 nasabah, sementara Mandiri Private bahkan lebih eksklusif dengan hanya 1.700 nasabah di seluruh Indonesia.

Fakta ini memicu pertanyaan besar tentang disparitas ekonomi di Indonesia. Sementara 300 ribu nasabah bank premium menikmati kemewahan finansial, jutaan rakyat Indonesia lainnya masih bergulat dengan akses terbatas terhadap layanan dasar. Postingan ini juga memicu diskusi di kalangan netizen, dengan banyak yang menyayangkan minimnya kesadaran publik terhadap ketimpangan ini.
Vincent Ricardo menegaskan bahwa informasi ini seharusnya menjadi perhatian publik, mengingat dampaknya terhadap struktur ekonomi nasional. "Ini informasi yang terbuka di publik tapi banyak yang gak tahu saking timpangnya ekonomi kita," tulisnya dalam unggahan yang telah diedit pada 11 Maret 2025.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak bank terkait maupun pemerintah mengenai data ini. Namun, unggahan tersebut telah memicu perdebatan tentang keadilan ekonomi dan langkah apa yang perlu diambil untuk mengurangi kesenjangan sosial yang semakin lebar di Indonesia.

_____________

Punya Kabar Menarik?

Bagikan di LiputanSembilan.com GRATIS! 🚀

Langsung tulis dan kirim tanpa login atau buat akun.


Apakah di sekitar kamu ada prestasi membanggakan, kisah inspiratif, atau acara penting yang jarang terliput media? Atau ingin mempromosikan produk dan jasa secara luas?


💡 LiputanSembilan.com membuka kesempatan bagi siapa saja untuk mengirimkan berita secara GRATIS!

✅ Berita tentang prestasi lokal, kisah unik, atau kejadian penting di komunitas Anda
✅ Promosi barang atau jasa untuk menjangkau lebih banyak orang

📢 Jangan lewatkan kesempatan ini! Kirim berita kamu sekarang dan jadilah bagian dari LiputanSembilan.com!


Kirim Berita