Presiden Meksiko Naikkan Gaji Guru 10% Di Hari Guru, CNTE Tetap Protes
Ads
scroll to continue with content

Menu Atas

Header Menu

HEADLINES
.....

Presiden Meksiko Naikkan Gaji Guru 10% Di Hari Guru, CNTE Tetap Protes

Jumat, 16 Mei 2025

Ads

Dalam rangka memperingati el Dia del Maestro atau Hari Guru yang jatuh pada tanggal 15 Mei, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum memberikan kabar gembira bagi para pendidik di negaranya. Dalam pidatonya yang hangat dan penuh semangat, Sheinbaum mengumumkan kenaikan gaji sebesar 10 persen untuk seluruh guru di Meksiko. Kenaikan ini merupakan bentuk penghargaan terhadap jasa para pendidik yang telah berdedikasi mendidik generasi muda bangsa.

Meski demikian, Presiden Sheinbaum menyatakan bahwa ia menyesal tidak dapat memberikan kenaikan yang lebih tinggi. Ia menegaskan bahwa alokasi anggaran untuk penyesuaian gaji tersebut telah mencapai 36 miliar Peso atau setara dengan Rp35,1 triliun. Anggaran ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memberikan perhatian terhadap kesejahteraan guru, meskipun keterbatasan fiskal tetap menjadi tantangan utama. Menurutnya, besaran kenaikan ini setara dengan jumlah yang diberikan pada tahun sebelumnya, yang juga merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam mendukung sektor pendidikan.

Tunjangan Tambahan dan Libur Ekstra Bagi Guru

Tak hanya gaji, Presiden Sheinbaum juga memperkenalkan tunjangan tambahan berupa cuti libur satu minggu ekstra untuk para guru. Kebijakan ini dimaksudkan untuk memberikan ruang pemulihan dan relaksasi yang layak setelah menjalani rutinitas mengajar yang padat sepanjang tahun ajaran.

"Sejak kami menyesuaikan kalender sekolah, para guru hampir tidak mendapatkan waktu istirahat," ungkap Sheinbaum. Penyesuaian libur ini dinilai penting mengingat pekerjaan sebagai guru bukan hanya soal mengajar di kelas, tetapi juga merancang kurikulum, menilai tugas siswa, dan mengikuti pelatihan profesi. Oleh karena itu, pemberian libur tambahan ini menjadi bentuk apresiasi non-moneter yang tak kalah penting.

Inisiatif ini mendapat sambutan positif dari banyak guru, yang selama ini merasa kelelahan akibat sistem pendidikan yang terus berubah. Harapannya, tambahan waktu istirahat ini akan meningkatkan motivasi dan produktivitas mereka ketika kembali mengajar.

Usia Pensiun Guru Resmi Ditetapkan

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Sheinbaum juga mengumumkan kebijakan baru mengenai usia pensiun minimum bagi para guru. Dalam aturan yang kini resmi diberlakukan, usia pensiun minimum adalah 56 tahun untuk perempuan dan 58 tahun untuk laki-laki.

Keputusan ini muncul setelah pembahasan panjang di Kongres Meksiko mengenai Rancangan Undang-Undang yang bertujuan menyesuaikan sistem pensiun nasional. Sebelumnya, terdapat wacana untuk menaikkan usia pensiun secara bertahap, namun kini pemerintah memilih untuk memastikan adanya batas usia minimum yang sah demi perlindungan hak pekerja.

Dengan kebijakan ini, pemerintah Meksiko berupaya memberikan jaminan pensiun yang lebih adil dan memperkuat sistem sosial yang menyokong kesejahteraan guru secara menyeluruh. Selain itu, hal ini diharapkan dapat menjadi langkah untuk membuka lapangan pekerjaan baru di sektor pendidikan dengan memberikan ruang bagi generasi pendidik muda.

Demonstrasi Serikat Guru CNTE di Tengah Hari Perayaan

Namun tidak semua guru di Meksiko menyambut pengumuman tersebut dengan suka cita. Serikat guru CNTE (Coordinadora Nacional de Trabajadores de la Educación) menggelar demonstrasi besar-besaran di tengah pusat ibu kota, Mexico City, tepat pada hari peringatan Hari Guru. Aksi protes ini menyebabkan kemacetan lalu lintas yang cukup parah di berbagai titik strategis kota.

Anggota CNTE, yang mayoritas berasal dari negara bagian Chiapas, Oaxaca, Guerrero, dan Mexico City, mulai berkumpul di monumen ikonik Malaikat Kemerdekaan di Reforma Avenue sejak pukul 8 pagi. Sekitar pukul 11 siang, massa bergerak melakukan pawai menuju Plaza de la Constitución, yang berlokasi tepat di depan Istana Nasional. Aksi ini berakhir dua jam kemudian, menyisakan kemacetan yang signifikan dan memaksa polisi mengalihkan lalu lintas dari kawasan Historic Center untuk meminimalisir ketidaknyamanan masyarakat.

Pihak kepolisian mencoba menjaga ketertiban dengan pendekatan yang humanis, mengingat aksi ini juga merupakan bagian dari kebebasan berpendapat yang dijamin oleh konstitusi negara. Namun, kehadiran ribuan demonstran tetap menciptakan gangguan yang signifikan terhadap aktivitas kota.

Tuntutan CNTE: Gaji Lebih Besar dan Perbaikan Sistem Pendidikan

Serikat guru CNTE tidak puas dengan kenaikan 10 persen yang ditawarkan pemerintah. Mereka menuntut kenaikan gaji yang lebih besar untuk mencerminkan beban kerja yang semakin tinggi serta meningkatnya biaya hidup. Selain itu, mereka juga meminta tunjangan pensiun yang lebih layak dan peningkatan anggaran untuk sekolah-sekolah di daerah pedesaan yang selama ini kurang mendapatkan perhatian.

Poin penting lainnya dalam tuntutan mereka adalah pemulihan jabatan guru-guru yang dipecat setelah reformasi pendidikan kontroversial pada tahun 2013. Saat itu, banyak guru diberhentikan karena tidak memenuhi standar evaluasi baru yang dianggap tidak adil dan terburu-buru diterapkan.

Para pemimpin CNTE menegaskan bahwa perjuangan mereka bukan hanya demi kesejahteraan guru, tetapi juga demi masa depan sistem pendidikan Meksiko. Mereka menginginkan adanya distribusi anggaran yang lebih merata, terutama untuk sekolah di wilayah yang terpencil dan tertinggal. "Pendidikan berkualitas bukan hanya untuk kota besar," ujar salah satu juru bicara CNTE.

CNTE juga mendesak pembentukan dialog langsung dan intensif dengan pemerintah untuk menyusun kebijakan pendidikan yang lebih inklusif dan adil bagi semua pihak. Dengan kekuatan kolektif mereka, CNTE berharap suara para guru di seluruh pelosok Meksiko dapat lebih didengar dan diperhitungkan.

Langkah Selanjutnya: Dialog atau Konflik?

Keputusan Presiden Claudia Sheinbaum memberikan kenaikan gaji 10 persen jelas menunjukkan niat baik pemerintah dalam menghargai jasa guru. Namun, reaksi keras dari serikat CNTE menandakan bahwa masih ada kesenjangan ekspektasi antara pemerintah dan kalangan pendidik.

Dialog menjadi satu-satunya jalan keluar yang realistis. Jika tidak, aksi-aksi serupa mungkin akan terus terjadi dan mengganggu stabilitas sosial-politik, terutama menjelang agenda pendidikan nasional di masa mendatang. Diperlukan pendekatan kolaboratif agar tuntutan para guru dapat ditanggapi secara bijak, tanpa menurunkan semangat reformasi yang tengah diusung pemerintah.

Pemerintah dan serikat guru memiliki tanggung jawab yang sama besar untuk menciptakan sistem pendidikan yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga berkeadilan. Dengan komitmen bersama, masa depan pendidikan di Meksiko bisa dibangun dengan fondasi yang kokoh dan inklusif.

Sumber: rmol

_____________

Punya Kabar Menarik?

Bagikan di LiputanSembilan.com GRATIS! 🚀

Langsung tulis dan kirim tanpa login atau buat akun.


Apakah di sekitar kamu ada prestasi membanggakan, kisah inspiratif, atau acara penting yang jarang terliput media? Atau ingin mempromosikan produk dan jasa secara luas?


💡 LiputanSembilan.com membuka kesempatan bagi siapa saja untuk mengirimkan berita secara GRATIS!

✅ Berita tentang prestasi lokal, kisah unik, atau kejadian penting di komunitas Anda
✅ Promosi barang atau jasa untuk menjangkau lebih banyak orang

📢 Jangan lewatkan kesempatan ini! Kirim berita kamu sekarang dan jadilah bagian dari LiputanSembilan.com!


Kirim Berita