Putusan Presiden yang Mengejutkan Banyak Pihak
Empat pulau yang selama ini diperebutkan antara Sumatera Utara dan Aceh — yakni Pulau Mangkir Besar, Pulau Mangkir Kecil, Pulau Lipan, dan Pulau Tokong Nanas — akhirnya diputuskan sah berada dalam wilayah Provinsi Aceh. Keputusan ini dibacakan langsung oleh Mensesneg Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Istana Negara. Presiden menilai penetapan ini berdasarkan pertimbangan historis, hukum, dan data administratif yang valid.
Tito Dipojokkan Isu Netralitas
Publik mulai membicarakan posisi Tito karena ia sebelumnya dianggap lamban menindaklanjuti rekomendasi Tim Penegasan Batas Daerah (TPBD). Padahal TPBD sudah menyerahkan laporan sejak awal 2025. Dalam beberapa forum, muncul spekulasi bahwa Tito bersikap hati-hati karena tekanan politik dari dua provinsi yang bersengketa. Namun setelah putusan presiden dijatuhkan, ada suara-suara yang meminta agar evaluasi dilakukan terhadap kinerja Mendagri, terutama dalam menangani kasus-kasus sensitif seperti ini.
Respons Tito: Fokus Pada Persatuan
Dalam pernyataan resminya, Tito mengatakan bahwa semua keputusan yang diambil adalah bagian dari proses tata kelola pemerintahan yang sah dan konstitusional. Ia menyebut dirinya selalu berdiri di tengah dan hanya menunggu proses hukum serta administrasi selesai sebelum memberikan rekomendasi. "Saya mendukung penuh keputusan Presiden. Yang paling penting sekarang adalah menjaga persatuan antara Aceh dan Sumut, jangan sampai ada gesekan di masyarakat," ujarnya.
Isu Reshuffle Kembali Mencuat
Setelah putusan ini, kabar mengenai kemungkinan reshuffle kabinet kembali menguat. Beberapa analis politik menyebut nama Tito sebagai salah satu menteri yang berpotensi digeser. Namun, belum ada konfirmasi resmi dari Istana. Apalagi, Tito dikenal dekat dengan banyak elemen pemerintahan dan punya rekam jejak panjang sejak menjabat sebagai Kapolri. Namun tetap saja, dalam politik, segala kemungkinan bisa terjadi.
Publik Terbelah: Antara Simpati dan Kritik
Di media sosial, respons terhadap Tito cukup beragam. Ada yang merasa ia menjadi "korban posisi" karena berada di tengah tarik-menarik dua provinsi. Tapi ada juga yang mengkritik kinerjanya yang dianggap terlalu hati-hati dan tidak progresif dalam mengambil keputusan penting. Netizen pun mulai membuat polling dadakan tentang siapa figur yang cocok menggantikan posisi Mendagri jika reshuffle benar-benar dilakukan.
Kesimpulan: Jabatan Tak Pernah Aman dalam Politik
Kasus pulau sengketa ini sekali lagi menunjukkan bahwa jabatan tinggi dalam pemerintahan selalu berada di bawah sorotan. Tito Karnavian, dengan segala pengalamannya, tentu tidak akan mudah goyah. Namun di saat yang sama, tekanan publik dan dinamika politik bisa memengaruhi arah kariernya ke depan. Apakah ia akan tetap di posisi strategis atau justru dipindahkan ke peran lain, hanya waktu dan keputusan Presiden yang bisa menjawab.
_____________