Zakir Naik: Malaysia Negara Terbaik untuk Umat Muslim, Bukan Indonesia
Ads
scroll to continue with content

Menu Atas

Header Menu

HEADLINES
.....

Zakir Naik: Malaysia Negara Terbaik untuk Umat Muslim, Bukan Indonesia

Senin, 09 Juni 2025

Ads

Siapa sangka, menurut pendakwah internasional Zakir Naik, negara terbaik untuk ditinggali umat Muslim bukanlah Arab Saudi, Uni Emirat Arab, bahkan bukan juga Indonesia. Menurutnya, justru Malaysia adalah tempat paling ideal bagi seorang Muslim yang ingin menjalani hidup sesuai dengan prinsip-prinsip Islam.



Pernyataan tersebut ia sampaikan saat menjadi tamu dalam siniar milik Richard Lee, seperti dilansir Beritasatu.com pada Sabtu, 7 Juni 2025. Dalam obrolan yang cukup santai tapi sarat makna itu, Zakir mengungkapkan berbagai alasan kenapa Malaysia lebih unggul dibanding banyak negara berpenduduk mayoritas Muslim lainnya.



"Malaysia Lebih Baik daripada Tempat Asal Saya"

Pendakwah kelahiran India itu mengaku bahwa meskipun ia berasal dari negara dengan populasi Muslim cukup besar, tetap saja Malaysia jadi pilihan utama. "Menurut saya, Malaysia adalah tempat terbaik untuk tinggal saat ini," ujarnya tanpa ragu.



India, meski dikenal sebagai negara multikultural, menurut Zakir justru punya tantangan besar bagi umat Islam, terutama dalam hal kebebasan beragama dan penerapan syariah. "Tidak 100 persen sempurna, tapi dibanding negara-negara lain, Malaysia jauh lebih baik," tambahnya.



Kelebihan Malaysia Menurut Zakir Naik

Menurut Zakir, ada beberapa alasan kenapa Malaysia jadi "rumah terbaik" bagi umat Muslim:



1. Bukan Negara yang Dikendalikan Non-Muslim

Ia menyoroti bahwa banyak negara Muslim saat ini justru berada di bawah pengaruh atau kendali kelompok non-Muslim, baik secara politik, ekonomi, maupun hukum. Sedangkan di Malaysia, pemerintahan dan sistem kenegaraannya tetap dalam kendali mayoritas Muslim.



"Malaysia tidak dikendalikan oleh negara atau pihak non-Muslim," ungkapnya. Ini menjadi poin penting karena menurutnya, kemandirian sebuah negara dalam menentukan arah kebijakan sangat krusial bagi umat Islam yang ingin hidup sesuai syariat.



2. Islam Sebagai Agama Resmi Negara

Meskipun jumlah penduduk Muslim di Malaysia sekitar 63 persen, negara ini secara konstitusional menetapkan Islam sebagai agama negara. Hal ini berbeda dengan negara-negara lain yang jumlah Muslimnya lebih besar, namun sistem negaranya sekuler.



"Di Indonesia dan Bangladesh, penduduk Muslim bisa lebih dari 80%, tapi negara itu tidak mengikuti Al-Qur'an dan Sunnah. Mereka sekuler," jelas Zakir. Ia tidak menyebut negara-negara itu secara langsung, tapi jelas arah ucapannya mengarah ke dua negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia.



3. Sistem Hukum dan Regulasi Mendekati Syariah

Meskipun belum sepenuhnya menerapkan hukum syariah, Zakir memuji Malaysia karena berusaha menyelaraskan undang-undangnya dengan prinsip-prinsip Islam. "Hukum di Malaysia disesuaikan dengan syariah Islam, meski belum total," katanya.



Hal ini menurutnya lebih baik daripada negara dengan penduduk Muslim besar tapi kebijakan publiknya sangat jauh dari nilai-nilai keislaman.



4. Aman dari Konflik dan Peperangan

Zakir juga menekankan bahwa keamanan Malaysia sangat tinggi. Negara ini relatif stabil dan tidak terlibat konflik bersenjata atau ketegangan regional yang ekstrem. Ini menjadi nilai plus besar bagi siapa pun yang ingin hidup damai tanpa rasa khawatir.



"Negara ini netral dan tidak punya banyak konflik. Hidup lebih tenang," ujarnya. Ia mengakui bahwa ini adalah hal langka di dunia Muslim saat ini.



5. Potensi Ekonomi Tinggi dan Sistem Keuangan Syariah

Malaysia juga dinilai memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan, serta sistem keuangan berbasis syariah yang kuat. Zakir menyebut sistem perbankan syariah dan asuransi syariah di Malaysia sebagai yang terbaik di dunia.



"Sistem ekonomi Islam di Malaysia sangat kuat. Ada perbankan Islami, asuransi syariah, semuanya terstruktur," ucapnya. Ini menunjukkan bahwa negara tersebut bukan hanya secara simbolik Islami, tapi juga dalam praktik ekonomi sehari-hari.



6. Nilai-Nilai Keislaman Tetap Dijaga

Terakhir, Zakir menekankan bahwa nilai-nilai keislaman di masyarakat Malaysia masih sangat dijunjung tinggi. Baik dalam pendidikan, budaya, hingga kehidupan sosial, norma-norma Islam masih dijaga dengan baik. Ini menurutnya adalah hal yang tidak ditemukan di semua negara Muslim.



"Kalau kamu ingin hidup sesuai syariah, Malaysia adalah tempat yang tepat," pungkasnya. Bagi dia, Malaysia bukan hanya tempat tinggal, tapi juga wadah untuk menjalankan agama secara utuh.



Mengapa Bukan Indonesia?

Pernyataan Zakir Naik tentu menimbulkan diskusi besar, terutama di kalangan masyarakat Indonesia. Pasalnya, Indonesia merupakan negara dengan penduduk Muslim terbanyak di dunia. Tapi menurut Zakir, besar populasi bukan jaminan penerapan nilai Islam dalam bernegara.



"Indonesia punya lebih dari 80% Muslim, tapi tetap sekuler. Islam bukan agama resmi negara. Banyak kebijakan tidak selaras dengan Al-Qur'an," ujarnya. Ia menilai bahwa secara administratif, Indonesia belum bisa dikategorikan sebagai negara Islam, meskipun mayoritas penduduknya Muslim.



Respons Netizen dan Dunia Maya

Pernyataan ini langsung ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak yang mendukung pernyataan Zakir, terutama dari kalangan pendukung penerapan hukum Islam. Namun, tidak sedikit pula yang mengkritiknya karena dianggap menyepelekan negara-negara lain.



Meski begitu, banyak juga netizen yang setuju bahwa Malaysia adalah contoh negara muslim yang moderat tapi tetap Islami. Stabilitas politik, ekonomi, serta toleransi yang terjaga, menjadi poin yang dianggap relevan dengan apa yang dikatakan Zakir Naik.

_____________

Punya Kabar Menarik?

Bagikan di LiputanSembilan.com GRATIS! 🚀

Langsung tulis dan kirim tanpa login atau buat akun.


Apakah di sekitar kamu ada prestasi membanggakan, kisah inspiratif, atau acara penting yang jarang terliput media? Atau ingin mempromosikan produk dan jasa secara luas?


💡 LiputanSembilan.com membuka kesempatan bagi siapa saja untuk mengirimkan berita secara GRATIS!

✅ Berita tentang prestasi lokal, kisah unik, atau kejadian penting di komunitas Anda
✅ Promosi barang atau jasa untuk menjangkau lebih banyak orang

📢 Jangan lewatkan kesempatan ini! Kirim berita kamu sekarang dan jadilah bagian dari LiputanSembilan.com!


Kirim Berita