Menteri Agama Nasaruddin Umar buka suara terkait penggunaan fasilitas jet pribadi saat menghadiri peresmian Balai Sarkiah di Takalar, Sulawesi Selatan, Minggu, 15 Februari 2026. Ia menjelaskan, keputusan menggunakan pesawat khusus diambil karena keterbatasan jadwal penerbangan komersial.
Menurutnya, keberangkatan dilakukan sekitar pukul 23.00 malam, waktu di mana sudah tidak tersedia lagi penerbangan reguler menuju Makassar. Sementara agenda di Sulawesi Selatan tidak bisa ditunda, dan keesokan paginya ia harus kembali ke Jakarta untuk persiapan sidang isbat.
Nasaruddin menyebut penggunaan jet tersebut murni untuk menunjang pelaksanaan tugas negara di tengah jadwal yang padat. Meski demikian, ia menyadari pentingnya transparansi. Karena itu, penerimaan fasilitas tersebut langsung dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Ia mendatangi Gedung ACLC KPK di Jakarta untuk menyampaikan laporan gratifikasi secara resmi. Nasaruddin menegaskan ingin memberi contoh kepada jajarannya agar setiap penerimaan fasilitas yang berpotensi menjadi gratifikasi segera dilaporkan sesuai aturan.
Direktur Gratifikasi dan Pelayanan Publik KPK, Arif Waluyo, membenarkan laporan tersebut telah diterima. Ia menjelaskan bahwa KPK akan melakukan verifikasi atas dokumen dan kelengkapan administrasi sebelum menentukan status fasilitas jet pribadi itu.
Proses verifikasi akan berlangsung dalam waktu maksimal 30 hari kerja sejak laporan diterima. Dalam kurun waktu tersebut, KPK akan memutuskan apakah fasilitas itu menjadi milik negara atau dapat tetap menjadi milik penerima sesuai ketentuan yang berlaku.
Dari keterangan Kementerian Agama, Nasaruddin menghadiri peresmian Balai Sarkiah atas undangan Oesman Sapta Odang (OSO). Pihak penyelenggara disebut secara khusus menyiapkan jet pribadi agar Menteri Agama dapat hadir di sela agenda yang padat. Seluruh moda transportasi disebut disiapkan oleh panitia acara.
Balai Sarkiah yang berlokasi di Kelurahan Sabintang, Takalar, dirancang sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial di Sulawesi Selatan. Gedung tersebut diproyeksikan menjadi pusat pemberdayaan umat dan ruang aktivitas masyarakat.
_____________
liputansembilan