_____________
Ads
Kubu Sarwendah mengklaim bahwa mereka sudah lebih dulu melaporkan kemelut pengasuhan anak dengan Ruben Onsu ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sebelum pria tersebut datang.
Menurut pengacara Sarwendah, Chris Sam Siwu, mereka sudah mengajukan surat ke KPAI untuk meminta audiensi, sebelum Ruben datang ke kantor KPAI pada Senin (22/6) siang.
"Perlu kami sampaikan juga bahwa sebelum pihak RO dan kuasa hukum hadir di KPAI tanggal 22 pukul 10.30 pagi, sebenarnya kami telah mengirimkan surat ke KPAI tertanggal 21 Juni 2026 dengan agenda meminta audiensi. Lalu kami juga telah melakukan pengaduan di KPAI pada tanggal 22 Juni 2026 pukul 10.00 WIB," kata Chris.
"Pengaduan yang kami lakukan ke KPAI kami lakukan tanpa mengundang wartawan karena kami masih berharap agar permasalahan anak ini bisa diselesaikan secara tertutup yang kami lakukan dengan tujuan demi kepentingan anak," jelasnya.
Seperti diberitakan pada Selasa (22/6), Chris kembali membantah bahwa kliennya mempersulit Ruben untuk bertemu dengan anak-anak mereka, yang menjadi inti masalah konflik mereka beberapa bulan terakhir.
"Terkait isu mempersulit RO ketemu anak, saya bantah keras. Bahwa tidak pernah klien kami mempersulit RO ketemu anak, yang terjadi adalah komunikasi belum pas saja antara ibu dan bapaknya," ujar Chris Sam Siwu.
Chris mengatakan saat ini pihaknya sudah menyiapkan seluruh bukti untuk menjawab poin keberatan yang dilayangkan oleh kubu Ruben Onsu di KPAI. Meski begitu, ia mengapresiasi langkah menggunakan lembaga resmi untuk menyelesaikan konflik keduanya.
"Kami apresiasi penyelesaian dengan menggunakan lembaga-lembaga. Kami berharap dengan laporan kami dan mereka di KPAI semoga bisa ada solusi yang terbaik buat semua, terutama demi kepentingan anak," kata Chris.
Selain ke KPAI, Sarwendah juga mendatangi Komnas Perempuan pada Selasa (23/6) siang. Di sana, ia disebut menceritakan seluruh fakta terkait perjalanan rumah tangganya bersama Ruben, dari awal hingga berakhir pada 2024.
liputansembilan