Hamas mengecam keras Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang ingin menguasai 70 persen wilayah Gaza. Kelompok perlawanan Palestina itu menegaskan pernyataan Netanyahu itu merupakan eskalasi berbahaya.
Hamas menggambarkan komentar Netanyahu itu sebagai upaya pembersihan etnis dan pengusiran paksa warga Palestina.
"Setiap upaya untuk memaksakan realitas penjajahan baru di Gaza adalah batal dan tidak sah," kata Ismail Al Thawabta, kepala kantor media pemerintah Gaza yang dikelola Hamas, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (30/5/2026).
Saat kesepakatan gencatan senjata di Gaza berlaku pada Oktober 2025, militer Zionis mengendalikan 53 persen wilayah kantong berpenduduk sekitar 2,3 juta jiwa itu. Israel menentukan Garis Kuning, batas tak resmi di Gaza yang membagi wilayah kendali Israel dengan Hamas.
Namun sejak itu Israel terus memperluas wilayahnya hingga melebihi Garis Kuning. Kini wilayah kekuasaan Israel di Gaza menjadi 64 persen.
Netanyahu pada Kamis (28/5/2026) menginstruksikan militer Israel untuk memperluas wilayah tersebut menjadi 70 persen, tanpa memberikan rincian target batas waktunya
_____________
liputansembilan